tribunnews.com
tribunnews.com

Presiden Jokowi menyampaikan kegundahannya dalam acara Indonesia Science Expo (ISE) 2018 di Tanggerang Selatan. Orang nomor satu di Indonesia ini gundah dengan perkembangan teknologi yang begitu pesatnya dalam segala lini kehidupan. Sayangnya, keberadaan teknologi tersebut telah menjadi alat kepentingan bagi golongan atau pihak-pihak tertentu dalam melakukan berbagai aksi hoax, provokatif, sara dan adu domba.

Jokowi mencontohkan, perkembangan teknologi yang berimbas pada munculnya berbagai media tanpa redaksi. Media yang tidak mengidahkan etika-etika dalam penyampaian informasinya. Tidak perlu adanya croscek dan klarifikasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Munculnya media tanpa redaksi ini yang membuat setiap warga bisa menjadi pewarta dan dapat memberitakan apapun, terlepas benar atau tidaknya suatu informasi,” kata Jokowi dalam akun Instagramnya, Jumat (02/11/2018).

Saat media tanpa redaksi menjadi raja dan merajalela, maka regulasi pemerintah saja tidak akan cukup untuk membendung fenomena yang kini semakin menggejala tersebut. Masyarakat dibanjiri dengan berbagai informasi, baik teks, gambar maupun video. Melalui berbagai platform media yang dibawa oleh cepatnya teknologi dewasa ini.

“Maka yang dibutuhkan bukan hanya regulasi pemerintah saja. Karena tidak semuanya dipagari oleh peraturan dan regulasi. Yang dibutuhkan sekarang adalah standar moralitas yang semakin tinggi berbarengan dengan penggunaan teknologi itu,” tulis Jokowi.

Standar moralitas dalam penggunaan teknologi menjadi keniscayaan dewasa ini. Tanpa hal tersebut, maka berbagai informasi hoax, provokatif, sara dan adu domba, serupa jamur di musim penghujan. Efeknya adalah menimbulkan kegaduhan dan juga kegundahan bagi siapapun yang masih mencintai kemanusian dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

Jokowi juga menyampaikan mengenai efek positif teknologi. Dirinya mencontohkan Belanda yang berhasil memakai ilmu pengetahuan, tekologi dan inovasi ke arah yang sangat positif. “Siapa yang menyangka negara yang wilayahnya sempit ini bisa menjadi pengekspor pangan terbesar kedua di dunia ?” tanya Jokowi.

Fenomena tersebut yang membuat Jokowi meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bersinergi dalam pembangunan nasional. Untuk menghadapi dampak negatif teknologi yang digunakan untuk sesuatu yang destruktif.

“Di sinilah lembaga penelitian perlu bekerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, industri dan mitra strategis lainnya untuk menjadi bagian dari ekosistem pembangunan nasional yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” tulis Jokowi.

Postingan @jokowi tersebut mendapat apresiasi warganet. Hanya butuh 2 jam, 2.030 warganet langsung memberikan komentar positifnya kepada Jokowi. Sedangkan yang menyukai unggahan Jokowi mencapai 62.468 orang.

Berbagai komentar nyeleneh pun kerap mampir di media sosial @jokowi ini setiap ada unggahan baru. Tidak hanya apresiasi yang ujungnya masuk pada konteks Pilihan Presiden saja, tapi saling serang seperti biasanya tetap saja hadir dalam media sosial tersebut. Hal-hal lain yang sifatnya lepas dari kontek unggahan dari @jokowi pun ikut memenuhi kolom komen di bawah ini.