Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar dan Waka Polres Andik Gunawan / Foto : Anang Basso / TulungagungTIMES
Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar dan Waka Polres Andik Gunawan / Foto : Anang Basso / TulungagungTIMES

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar meminta agar peserta aksi demo yang akan di gelar Aliansi Masyarakat Tulungagung Peduli (AMTP) NKRI Jumat (02/11) untuk tertib. Aksi yang akan digelar setelah salat Jumat itu juga diharapkan tidak terpengaruh provokasi dari pihak manapun.

"Kita yakin aksi akan berjalan tertib, karena yang kita tau aksi damai itu merupakan bentuk dukungan bagi penegakan hukum dan penolakan terhadap faham Khilafah," kata Tofik Sukendar.

Kapolres juga meminta pada masyarakat khususnya pengguna jalan memahami pengalihan arus yang akan dilakukan. 
"Kita minta maaf pada pengguna jalan jika nanti ada pengalihan arus dan beberapa ruas jalan akan ditutup karena ada kegiatan penyampaian aspirasi," jelasnya.

Bagi para peserta polisi minta agar bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang justru merugikan kepentingan masyarakat. 
"Termasuk diantaranya jangan sampai ada pembakaran bendera lagi, sudah kita sampaikan apa saja yang tidak diperkenankan dalam aksi yang akan digelar," paparnya.

Aksi akan dilakukan jam 13.00 wib dengan titik kumpul di alun-alun atau depan Masjid Almunawar. 
"Kita bergerak dalam rangka support penegakan hukum terhadap masalah yang terjadi," kata ketua Aliansi Syahrul Munir.

Masalah yang dimaksud menurut Munir adalah adanya aksi pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut beberapa waktu lalu.
"Apakah itu bendera tauhid atau HTI kan masih debatable, namun kita menilai bahwa itu bendera HTI yang secara putusan hukum sudah dilarang di negara ini," papar Munir.

Untuk itu, aliansi dengan tegas menolak kebangkitan HTI di Tulungagung dan meminta penegak hukum konsisten memproses kasus pembakaran bendera dengan proporsional tanpa adanya unsur politis.

Lanjut Munir, pihaknya bersama puluhan organisasi dan komunitas yang ada di Tulungagung menggelar aksi. 
"Yang terkonfirmasi sudah 24 organisasi atau elemen masyarakat yang akan hadir, estimasi massa sekitar seribuan," jelasnya.

Massa akan bergerak dari alun-alun ke arah selatan atau perempatan TT, kemudian belok ke timur menuju Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan permukaan Bangjo ke arah utara.

Perempatan pangkalan ojol ke arah barat melewati depan Kodim dan menuju Pendopo Kabupaten Tulungagung. 
"Kita masuk pendopo dan di dalam akan kita gelar doa bersama," tandasnya.

Peserta yang ikut menurut broadcast yang tersebar diantaranya adalah MUI, FKUB, FKDM, KNPI, KARANG TARUNA, PMII, SAHABAT NUSANTARA, PPLH MANGKUBUMI, JAYENG KUSUMO CETRE, CEMETHI, SANGGAR MOTIF, ICT, KAWULO ALIT, BINTARA, PN, SH, PEMUDA KA'BAH, FKPPI, PEMUDA PANCASILA, GARDA BANGSA, PORSIGAL, KERA SAKTI, GMDM, ISNU, GMNI, MERAK HITAM, GP ANSOR, BANSER, AJI, PWI, BONOROWO, BANMA, KOMUTAS REGGE, PANJI, FORUM EKS TKI Tulungagung, HIP HOP, AMPG, LASBAS MANIA, RMI, LP MAARIF NU, PERGUNU, FKGMNU, KERA SAKTI, Persatuan Pondok Pesantren, PEMUDA KRISTEN, GUSDURIAN, ISNU, IPPNU, BANAAR, FATAYAT NU, Rampak Sarinah dan KAHURIPAN.