Jalan raya Panglima Sudirman  yang membawa korban, diperbaiki  (Agus Salam/Jatim TIMES)

Jalan raya Panglima Sudirman yang membawa korban, diperbaiki (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Setelah menelan korban akhirnya Jalan Raya Panglima Sudirman, tepatnya masuk wilayah Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, diperbaiki, Kamis 1/11). 

Jalan yang berlokasi barat SDN Wiroborang I,II dan III rusak karena aspal nya mengelupas di sejumlah titik. 

Saat dikonfirmasi ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota setempat, Amin Freddy mengaku tidak tahu. 

Mengingat, jalan jurusan Surabaya-Situbondo tersebut, kewenangan balai besar nasional, bukan kewenangannya. 

"Kami tidak tahu, tapi kami sempat berkoordinasi. Mungkin laporan kami sekarang direalisasi," kata Amin Freddy.

Dikonfirmasi via selulernya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo, Sentot Wijayanto membenarkan, kalau jalan tersebut tengah diperbaiki. Saat ditanya dananya, ia mengaku sekitar Rp 5 miliar. 

“Dana sebesar itu, untuk biaya perbaikan mulai sari Gempol sampai Probolinggo," terangnya.

Dan perbaikan jalan di Probolinggo menurutnya, paling terakhir. Disebutkan, perbaikan selesai dalam waktu 2 sampai 3 hari ke depan. 

Ditambahkan, jalan menjadi rusak mengelupas karena beberapa sebab. 

Di antaranya, tanah yang labil, drainase atu saluran air di dekat lokasi tidak memenuhi atau mendukung. 

“Beban kendaraan yang melintas juga berpengaruh. Terutama saat kendaraan mengerem,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, jalan tersebut sudah memakan korban, meski tidak sampai meninggal. 

Seperti yang dialami Aldi (21) yang berboncengan dengan Vila (18) istrinya yang membawa anaknya, pada Rabu (30/10) sekitar pukul 12.30 kemarin. 

Meski tidak sampai luka parah, namun sempat mengkagetkan pasangan suami istri (Pasutri) tersebut.

Kecelakaan tunggal terjadi, karena Aldi menghindari jalan yang rusak.

 Akibatnya, pasutri yang membawa anaknya tersebut terpeleset dan jatuh bersamaan dengan sepeda motor yang dikendarai lantaran ditabrak kendaraan roda dua yang membuntuti di belakangnya.

 Beruntung, korban hanya menderita luka ringan dan sempat dibawa ke puskesmas setempat.

Aldi lewat di jalan tersebut, karena hendak makan siang di sebuah warung. 

Akibat tidak mengetahui jalan di depannya mengelupas, ia yang awalnya melaju di pinggir jalan sisi utara, mendadak menghindar ke arah kanan atau selatan.

 Lantaran memilih jalur mmendadak, Aldi dihantam kendaraan yang dibelakangnya. 

“Karena saya ke kanan mendadak. Ya ditabrak sepeda motor dari belakang,” ujarnya.


End of content

No more pages to load