Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto optimis KEK Singosari bisa disetujui oleh pemerintah pusat dua hari ke depan (Nana)

Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto optimis KEK Singosari bisa disetujui oleh pemerintah pusat dua hari ke depan (Nana)




Setelah mengalami perjalanan terbilang panjang, nasib Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari akan ditentukan 2 hari ke depan oleh pemerintah pusat. Melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI. 

Hidup atau matinya rencana mega-proyek satu-satunya di Jawa Timur (Jatim) ini akan diputuskan hari Jumat (02 November 2018) datang. Hal ini didasarkan pada surat undangan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jatim,  perihal finalisasi paparan KEK Singosari. 
Dalam surat undangan tersebut,  Setda Provinsi Jatim meminta pihak pemerintah Kabupaten Malang serta investor untuk mempersiapkan paparan akhir atas materi KEK Singosari, Kamis (01/11/2018) besok. 

"Kita diundang provinsi besok untuk paparan akhir materi KEK Singosari di Surabaya. Sebelum keesokan harinya ke Jakarta untuk finalisasi keputusan KEK ini," kata Tomie Herawanto Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Malang,  Rabu (31/10/2018) kepada MalangTIMES. 
Tomie melanjutkan, untuk proses persiapan akhir tersebut,  pihaknya tidak terlalu cemas. Atau harus merumuskan kembali kiat-kiat dalam paparan untuk menggolkan KEK Singosari. Pasalnya, seluruh syarat yang ditentukan oleh pemerintah pusat melalui Dewan KEK Nasional, sejak dulu telah dipersiapkan dengan matang. 

"Walau dua hari lagi penentuan, lanjut atau tidaknya KEK Singosari ini. Kita tidak memakai kiat khusus untuk menghadapinya," ujar mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang ini. 

Dirinya beserta seluruh tim KEK Singosari, optimis bahwa yang telah diperjuangkan sejak tahun 2017 lalu sampai saat ini,  bisa gol dan berhasil. Syarat-syarat administrasi telah terpenuhi semua, sisi teknis lapangan juga telah memenuhi kriteria suatu wilayah menjadi KEK. 

Seperti diketahui,  setelah rangkaian panjang pertemuan demi pertemuan antara Pemkab Malang dengan pemerintah pusat, akhirnya, Dewan Nasional KEK yang terdiri dari unsur Kementerian Koordinator Perekonomian,  Kementerian Pariwisata,  Agraria dan Tata Ruang,  Kehutanan dan Lingkungan Hidup, melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi yang direncanakan menjadi KEK Singosari, akhir Agustus 2018.

Hasil peninjauan lapangan tersebut menghasilkan seluruh persyaratan yang ditetapkan pemerintah sudah clear and clear. Tidak ada masalah atau persoalan yang dikhawatirkan ke depannya. Baik secara administrasi,  teknis lapangan maupun hukum. 

Hasil tersebut juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan Berita Acara (BA) kesepakatan. Seperti yang pernah disampaikan Wahyu Hidayat Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang. 

"Jadi setelah melakukan peninjauan ke seluruh lokasi yang direncanakan menjadi KEK. Langsung juga dilakukan penandatangan di pendopo. Artinya, semua berjalan dengan lancar," ujar Wahyu beberapa waktu lalu. 
Dengan berbagai hal yang telah dikantongi tersebut, maka menjadi wajarlah kalau Pemkab Malang memiliki optimis tinggi  KEK Singosari lolos di dua hari ke depan. 

"Kita optimis dan tentu minta doanya semua. Berhasilnya KEK Singosari akan membuat perubahan besar bagi masyarakat Kabupaten Malang khususnya. Umumnya Malang Raya dan Jatim," ujar Tomie yang juga menyampaikan peran pemprov Jatim pun cukup berperan dalam persoalan tersebut. 

Jadi, lanjut Tomie, esok hari dengan adanya undangan Pemprov Jatim kepada tim Pemkab Malang. Dalam upaya menyinergikan apa saja yang nantinya akan juga disampaikan di pusat. "Hanya sinkronisasi dan persiapan akhir saja. Karena seluruh data sudah lengkap. Insya Allah KEK Singosari bisa berjalan. Kita sekali lagi tentu meminta doa masyarakat semua," pungkasnya.


End of content

No more pages to load