Kapolres saat menasehati pelaku pengedar sabu ( foto : Joko Pramono/jatimtimes)
Kapolres saat menasehati pelaku pengedar sabu ( foto : Joko Pramono/jatimtimes)

Satreskoba Polres Tulungagung berhasil mengungkap jaringan pengedar sabu, jaringan lapas Madiun pada Jumat (26/10). Dari penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan 17,5 gram sabu siap edar senilai belasan juta rupiah.

Dari tangan pelaku, petugas juga  mengamankan 7 butir pil Alganax-1 Alprazolam (1mg), uang hasil penjualan sabu 2,5 juta rupiah, 6 buah ponsel android berbagai merk, 6 klip plastik bekas bungkus sabu, dua buah pipet kaca, 1 timbangan digital, 1 alat hisap sabu (bong), 1 bekas bungkus rokok tempat menyimpan sabu, satu unit sepeda motor merk Honda Vario AG5254 EG, dua buah helm dan dua buah jaket.

"Berkat informasi masyarakat kita berhasil amankan terhadap 2 orang yang sedang pesta sabu," tutur Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar saat release ungkap kasus ini, Selasa (30/10).

Dari penangkapan keduanya, berhasil diamankan 3 poket sabu seberat 1,84 gram. M alias Benjot (44) warga Desa Tunggulsari Kecamatan Kedungwaru yang tinggal di Kelurahan Bago Kecamatan Tulungagung, W (41) warga Desa/Kecamatan Plandi Kabupaten Jombang.

N(26) dan TW (26) warga Desa Kampung Baru Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.
“Keempat tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres,” tegas Kapolres Tulungagung.

Dari pengembangan lebih lanjut diketahui bahwa barang bukti sabu seberat 1,84 gram tersebut awalnya sebanyak 8 gram. Dimana sabu tersebut didapatkan dari Mr X yang saat ini mendekam di Lapas Madiun.

“Usut punya usut, ternyata Mr X memiliki hutang sekitar Rp 10 juta terhadap M. Saat ditagih ia sanggup membayar tetapi dengan sabu,” katanya.

Setelah berkomunikasi melalui ponselnya, akhirnya disepakati bahwa sabu tersebut bisa diambil di daerah Madura. Kemudian M menyuruh W yang merupakan teman satu sel saat bersama-sama mendekam di lapas Madiun untuk mengambilnya.

“W yang berdomisili di Jombang tersebut akhirnya ke Madura pada Kamis (25/10). Setelah berhasil mengambil 8 gram sabu ia langsung menuju ke rumah M,” terangnya.

Setibanya di rumah M, W langsung menyerahkan 8 gram sabu tersebut. Selanjutnya oleh M sabu tersebut dibagi menjadi 8 poket yang masing-masing berisi sekitar 1 gram.

Berdasarkan catatan kepolisian, M merupakan residivis kasus sabu-sabu yang saat itu di vonis 5 tahun penjara dan baru bebas pada 2017 silam, sedangkan W juga demikian. Keduanya merupakan teman satu sel saat berada di lapas Madiun.

“Jadi M, W, dan Mr X adalah teman semasa di lapas Madiun,” imbuhnya.

Kapolres menambahkan, kini pihaknya masih melakukan penyidikan kasus tersebut. Petugas juga berupaya untuk megembangkan kasus tersebut.

Keempat tersangka bakal dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub 112 (ayat1) sub pasal 132 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Khusus untuk Mujianto dan Wishwa ditambahkan pasal 60 ayat (1) huruf (b) sub pasal 62 UURI No 5 tahun 1997 tentang psikotropika.

“Keempatnya terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tukasnya.