Polres Jember, FKUB, GP Ansor, dan tokoh lainnya dalam Delarasi tolak radikalisme dan perang terhadap hoax (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Polres Jember, FKUB, GP Ansor, dan tokoh lainnya dalam Delarasi tolak radikalisme dan perang terhadap hoax (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Bukan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo kalau tidak meredam dan menciptakan situasi Kamtibmas tetap kondusif, disaat daerah lain sibuk dengan aksi Bela Tauhid, mantan Sespri Kapolri Jendral Tito Karanivan ini justru bisa merangkul dan mempertemukan tokoh-tokoh yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB), GP Ansor dan eks Aktivis HTI dalam satu meja di acara Forum Discusion Group (FDG) pada Selasa (31/10/2018) di Kedai Kancakona Kopi di Muktisari Tegal Besar Kaliwates Jember.

Menurut Kapolres, tujuan menggelar pertemuan tokoh-tokoh dalam acara FDG ini selain untuk menyikapi bersama beberapa persoalan yang saat ini berkembang di tengah masyarakat, terutama menjelang pileg dan Pilpres 2019, banyak informasi-informasi di tengah masyarakat yang meresahkan, terutama dengan banyaknya info hoax atau kabar bohong maupun ujaran kebencian yang dihembuskan terutama di media sosial.

“Kami menggelar forum diskusi ini, untuk sama-sama menyatakan sikap, agar Jember tetap aman dan damai, sikap yang kami sepakati tentu berkaitan dengan hal-hal yang banyak beredar di masyarakat, seperti info hoax maupun ujaran kebencian yang banyak ditemui di media sosial, oleh karena itu, bersama dengan FKUB, GP. Ansor dan juga eks aktivis HTI, kami sepakat untuk memerangi hoax dan tentu memerangi paham radikalisme yang saat ini sudah mulai menjadi info ujaran kebencian di masyarakat,” ujar Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo.

Kapolres menambahkan, dengan mengundang eks HTI dalam FDG, hal ini karena Kapolres menyadari, meski HTI secara organisasi sudah dinyatakan sebagai ormas terlarang di Indonesia, namun idiologi dan paham radikalismenya tidak bisa hilang begitu saja, oleh karena Polres Jember bersyukur ada eks aktivis HTI yang mau membantu pihak kepolisian dalam penanganannya.

“Dengan bergabungnya eks aktivis HTI, kami berharap, ideologi dan paham radikalisme yang selama ini di hembuskan oleh HTI bisa di redam sedini mungkin, dengan memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat, bagaimana bahayanya paham radikalisme itu,” ujar Kapolres Jember.

Hal yang sama disampaikan oleh ketua FKUB Jember Ustadz Abdul Muis, menurutnya paham radikalisme yang dibawa HTI dengan sistem Khilafahnya, pihaknya menilai bawah sistem khilafah yang diusung oleh HTI tidak semua umat muslim baik di Indonesia maupun di dunia yang setuju dan sepakat, bahkan HTI sendiri diyakini olehnya masih belum memiliki konsep sistem pemerintahan Khilafah.

“Idiologi yang dibawa HTI dengan menginginkan sistem pemerintahan Khilafah masih belum bisa diterima di seluruh negara baik Indonesia maupun dunia, terutama di negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim seperti di timur tengah, bahkan saya kira HTI sendiri belum memiliki konsep negara dengan sistem Khilafah, jadi tidak mungkin sistem khilafah yang belum ada konsepnya diterapkan di Indonesia,” tambah Muis.

Sementara Sofa Akbar mantan aktivis HTI yang ikut hadir pada acara ini menyatakan, bahwa pihaknya siap membantu aparat kepolisian khusunya polres Jember dalam memerangi paham radikalisme, saat ini, secara organisasi atau kelompok HTI tidak melakukan dakwah secara terang-terangan, namun untuk kelompok ini masih memberikan idiologinya secara dor to dor, dan hal seperti inilah yang akan di jadikan masukan bagi aparat kepolisian.

“Kami datang ke sini di undang, bukan kapasitas sebagai mantan aktifis HTI tapi datang sebagai pribadi, namun sebagai mantan aktivis di HTI tentu kami paham bagaimana gerakan radikalisme ini menyebarkan ditengah-tengah masyarakat, oleh karena itu kami siap membantu polres Jember dalam mendeteksinya,” pungkas Sofa.

Acara ini sendiri selain di hadiri oleh tokoh-tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB, juga hadir diantaranya Kasdim Jember, Kejaksaan Negeri Jember Bakesbangpol dan Asparagus Jember. (*)