Kanit UPPA Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih ( foto : Joko Pramono/Jatimtimes)
Kanit UPPA Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih ( foto : Joko Pramono/Jatimtimes)

Korban predator anak, Roni (45) alias Kabul bertambah. Setelah Priyo (nama samaran, 14 tahun) warga kecamatan Boyolangu, satu lagi korban keganasan Kabul kembali mendatangi Polres Tulungagung pada Jum'at (26/10) lalu. 

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Tulungagung melalui Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), Ipda Retno Pujiarsih. "Betul ada satu korban lagi yang mendatangi kami (UPPA)," ujarnya pada awak media, Selasa (30/10).

Namun kedatangan korban (sebut saja Lanang, 15) bukan untuk melaporkan tindakan yang dilakukan Kabul padanya. Korban datang sebatas menjadi saksi atas kebejatan pemilik warung dan karaoke 'Cendana' itu.

Lanang yang berasal dari Kecamatan Kalidawir tidak sendiri, kedatanganya didampingi oleh orangtuanya. Lanang enggan melaporkan kebejatan pelaku lantaran malu. 

Dari keterangan Retno, Lanang sudah 8 kali dicabuli oleh Kabul. Korban dicabuli di warung milik pelaku, dengan iming-iming uang dan dibelikan HP android oleh pelaku.

"Pertama kali dicabuli pada bulan Juli lalu, seminggu hingga kali," ujar Retno.
Lanang merupakan 1 dari 3 nama yang disebutkan oleh Kabul sebagai korban. Satu lagi korban Kabul dari Kediri belum mendatangi Polres.