Kanit Dikyasa Iptu Datik Hariati saat sosialisasi ke ponpes Al Anwari Kertosari Banyuwangi
Kanit Dikyasa Iptu Datik Hariati saat sosialisasi ke ponpes Al Anwari Kertosari Banyuwangi

Ada sebuah saran menarik dari Kanit Dikyasa Satlantas Polres Banyuwangi Iptu Datik Hariati saat bertatap muka dengan santri Ponpes Al Anwari Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Dia menyarankan jangan membeli minyak dan mengendarai motor kalau tak punya SIM. Lebih baik naik sepeda gayung jika jaraknya dekat'.

"Jika celaka, siapa yang rugi. Nanti kalau gegar otak, kasihan adik-adik dan orang tua," begitu yang disampaikan Iptu Datik Hariati.

Polwan dengan dua balok emas di pundak itu menyatakan, para pelajar baru boleh mengendarai motor sendiri setelah cukup umur untuk mendapatkan SIM.

"Nanti setelah SMA dan cukup usianya untuk mengurus SIM dipersilahkan naik motor sendiri," pesannya, Senin (29/10/18).

Datik juga mengingatkan agar santri pesantren tidak mudah terbakar emosi kala didahului kendaraan lain. Masalah kebut - kebutan di jalan juga menjadi titik penekanan dalam ajang sosialisasi bertajuk Santri Juga Tertib Lalulintas.

"Tidak usah ngebut di jalanan. Apalagi sudah kelas tiga, sebentar lagi ujian," tuturnya lagi.

Siswa pondok belum waktunya kena tilang. Maka jangan naik motor bila surat kendaraan tak lengkap. Dikala ada razia tidak perlu takut asalkan ada SIM maupun STNK.

"Lampu belakang yang aslinya merah diganti kuning dan mengganggu pengendara lain termasuk larangan. Itu bisa pula kena tilang," tandasnya.

Ustad Mas'ul Latif, salah satu guru pengajar di Ponpes Al Anwari, mengaku senang dengan program Satlantas yang menyasar sekolahnya. Kegiatan ini dapat menjadi perangsang bagi kalangan santri agar tertib lalulintas.

"Ketika liburan banyak santri yang liburan naik motor ke lokasi wisata. Padahal belum punya SIM. Semoga ini menjadi agenda rutin untuk mendukung pintar intelektual juga budi pekerti," ujarnya. (*)