Kanit Dikyasa Satlantas Polres Banyuwangi menyampaikan materi keselamatan berlalu lintas pada Santri Ponpes Al-anwari

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Banyuwangi menyampaikan materi keselamatan berlalu lintas pada Santri Ponpes Al-anwari



Tidak hanya masyarakat umum yang menjadi fokus sosialisasi keselamatan lalu lintas dalam rangka pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2018. Polisi juga blusukan ke pondok pesantren untuk berinteraksi langsung dengan santri Senin (29/10/18). Dil uar dugaan, ternyata para santri cukup antusian dengan kegiatan yang dilakukan Polisi.

Salah satu pesantren yang didatangi petugas Satlantas Polres Banyuwangi adalah Ponpes Al-Anwari yang berada di Kelurahan Kertosari, Banyuwangi. Puluhan Santri memenuhi masjid yang digunakan sebagai tempat diskusi menyampaikan program keselamatan berlalu lintas. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkap Ustad Maz’ul Latif, salah satu ustad di Ponpes tersebut.

Menurut Maz’ul Latif, para Santri sangat memerlukan pengetahuan tentang berlalu lintas yang baik. Karena saat libur dari pondok, biasanya para santri bersama teman-temannya pergi berlibur. Sehingga bekal ilmu yang diberikan petugas Kepolisian ini akan sangat berguna bagi mereka saat berada di luar pondok.

Dia berharap, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Pihak pondok pesantren siap bekerja sama dengan Kepolisian untuk memberikan ilmu bagi anak-anak yang sedang menimba ilmu di pesantren tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat baik, kalau perlu dilakukan secara rutin,” katanya lagi ditemui usai acara sosialisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Prianggo Malau Parlindungan melalui Kanit Dikyasa Iptu Datik menyatakan, antusiasme para santri sangat luar biasa. Acara diskusi berlangsung sangat dinamis karena para santri tertarik dengan materi yang disampaikan. “Catatan saya ada sekitar 20 santri yang bertanya,” katanya.

Pertanyaannya, kata Datik, bermacam-macam. Mulai penggunaan kelengkapan yang tidak standar seperti ban kecil, velg kecil, spion hanya satu dan berbagai pertanyaan lain. Hal ini menurut Datik menunjukkan bahwa para santri tersebut memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi pelopor keselematan berlalu lintas.  

ia menambahkan, selain sekolah umum pondok pesantren juga perlu disentuh untuk mendapatkan pengetahuan tentang keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, Santri juga bisa tertib berlalu lintas. Karena santri setiap hari sudah biasa menjalakan aktivitas secara tertib. “Kami tidak akan membedakan sekolah umum dengan pesantren, karena santri juga bisa tertib berlalu lintas,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load