Lily Indayani, pelaku usaha tanaman sekaligus pemilik Creative Terrarium mengecek kondisi tanaman di Jl Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Lily Indayani, pelaku usaha tanaman sekaligus pemilik Creative Terrarium mengecek kondisi tanaman di Jl Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Ingin mempercantik ruangan atau tempat kerja dengan tanaman dalam media baru? Model Terrarium bisa menjadi salah satu pilihannya. Yakni menjadikan media atau tempat terbuat dari kaca atau plastik transparan untuk diisi tanaman.

Salah satunya dengan mengunakan media gelas lilin. Pilihan media jenis gelas lilin ini juga yang disajikan oleh Creative Terrarium, Jl Pattimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Media yang dipakai adalah gelas lilin bergelombang.

Lily Indayani, pelaku usaha tanaman sekaligus pemilik Creative Terrarium itu mengaku untuk mendapatkan gelas lilin harus memesan di pulau Bali. 

“Memang kebetulan menemukan gelas lilin unik ini di Bali. Sehingga sangat tertarik sekali untuk dijadikan terrarium karena bagus tempatnya,” ungkap Lily, Minggu (28/10/2018).

Penggunaan gelas lilin itu cocok untuk tanaman kaktus. Anak-anak bisa terhindar dari durinya. Dengan model ini, anak seperti melihat tanaman di dalam aquarium. “Jadi gak takut kalau pegang-pegang ketika kita sedang tidak mengawasi,” ujarnya.

Di dalam taman mini itu media tanamnya adalah campuran beragam bahan. Mulai dari sekam bakar, batu granit, batu koral, arang dan batuan kerikil dan bahan campuran lainnya. Tumbuhan yang cocok digunakan untuk terrarium adalah tanaman mini. “Bisa jenis tanaman sukulen, kaktus, lumut, ataupun fittunia,” kata warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. 

Untuk perawatannya, cukup disemprot air dengan semprotan lembut selama satu bulan cukup tiga kali. Bisa juga pakai suntikan.

Untuk harga yang ditawarkan beragam. Dia jual mulai dari harga Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta. “Tapi tergantung juga permintaanya, semakin banyak bunganya juga mahal,” tambah ibu satu anak ini. 

Ia menambahkan bahwa dalam penanaman dengan model terrarium itu bisa mengombinasikan Fittonia dan Lumut karena kedua tanaman ini memiliki sedikit air, tetapi banyak cahaya.