Ilustrasi Penculikan (google images)
Ilustrasi Penculikan (google images)

Kota Malang semakin marak dengan kejahatan yang mengarah ke anak di bawah umur.

Kamis (25/10/2018) lalu di wilayah Kedung Kandang seorang anak hampir menjadi korban penculikan. Namun aksinya gagal karena handphone pelaku terjatuh.

Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 17.00 WIB anak berinisial RA (10), warga Tegaron RT 10 RW 01 Kelurahan Lesanpuro sedang bermain bola bersama teman-temannya di area sekolah MI Al Iman, Ki Ageng Gribig.

Setelah merasa lelah, anak-anak tersebut berhenti dan istirahat dengan mengobrol bersama teman-temannya.

 Tak lama berselang, saat mereka sedang beristirahat, datanglah sebuah mobil Toyota Avanza putih yang berhenti tak jauh dari lapangan.

Seorang pria tak dikenal, keluar dari dalam mobil dan langsung menghampiri RA.

Pria itu mengajak ngobrol korban dengan memberikan uang sebesar Rp. 10.000.

Namun uang tersebut ditolak, setelah itu RA seperti tak sadarkan diri dan mau diajak masuk ke dalam mobil.

Berjalan sekitar 200 meter, mobil tiba-tiba berhenti karena handphone salah satu pelaku terjatuh. RA yang tersadar kemudian berhasil melarikan diri.

Kapolsek Kedung Kandang, Kompol Suko Wahyudi saat dimintai konfirmasi atas percobaan penculikan tersebut membenarkan. Dan saat ini RA dalam kondisi baik dan sudah berkumpul bersama keluarganya.

"Informasinya dia (RA) hampir saja diculik, tapi berhasil lolos. Tapi setelah kejadian orang tuanya belum membuat laporan resmi," ucap Suko.

Menindaklanjuti hal tersebut, Suko mengirim Babinkamtibmas Lesanpuro untuk mendatangi lokasi yang disinyalir tempat korban hampir diculik orang tak dikenal pada Jumat (26/10/2018).

"Jumat pagi orang tua lapor ke Polsek (Kedung Kandang)," lanjutnya. Pada Sabtu (27/10/2018) anggota Polsek Kedung Kandang melakukan oleh kejadian perkara.

Dan terakhir, Suko mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap setiap orang yang baru dikenal. Terlebih menjaga anaknya yang baru berusia dibawah umur.

"Jadi ini harus diwaspadai, jika ada orang yang tidak kenal sebelumnya (terutama di sekolah) dan ada alasan menjemput, jangan mau diajak. Dan orang tua harus memberi pesan kepada anaknya agar melaporkan kejadian disekitarnya, seperti guru atau penjaga sekolah," pungkasnya.