Joko Lasmono (baju merah, Kanan), Maryoto Birowo (baju garis-garis) dan Arteria Dahlan (baju btik merah, lengan panjang) (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Joko Lasmono (baju merah, Kanan), Maryoto Birowo (baju garis-garis) dan Arteria Dahlan (baju btik merah, lengan panjang) (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Tulungagung merupakan salah satu pengirim Tenaga Kerja Indonesia(TKI)  terbesar di Provinsi Jawa Timur. Banyak calon TKI belum mempunyai skill yang mumpuni dalam melakukan pekerjaanya di luar negeri.

Tentu untuk menciptakan pekerja migran yang mengerti akan tugas dan tanggungjawabnya, sangat dibutuhkan tempat-tempat pelatihan untuk mempersiapkan pekerja yang handal dan mumpuni.

Sayang sediaan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Kabupaten Ini sangat minim. Tercatat hingga saat ini baru ada 3 BLK swasta di kota Marmer ini.

Menjawab tantangan itu, PT. Tri Gosiva Sukses, membuka balai latihan kerjanya yang berada di Jalan Raya Gondang-Trenggalek.

Selain meningkatkan skill dan mempersiapkan calon TKI yang mumpuni, Komisaris PT. Tri Gosiva Sukses, Joko Lasmono peduli dengan kehidupan pengusaha kecil. Buktinya pihaknyamengadakan Sosialisasi UKMK dan Sosilaisasi Kelembagaan bagi pengrajin tempe dan tahu disekitar BLK miliknya.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap Usaha Kecil Menengah dan Koperasi,” tutur pria ramah itu.

Hadir dalam acara itu, Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo serta anggota DPR RI, Arteria Dahlan.

Maryoto Birowo mengpresiaisi apa yang dilakukan oleh pengusaha PJTKI ini. Jarang ada pengusaha yang peduli dengan pengugsaha kecil di sekitarnya. Pria paruh baya itu berharap apa yang dilakukan oleh Joko bisa ditiru oleh pengusaha lainya.

“Ini perlu dicontoh, sehingga pengusaha UKMK kita bisa meningkat kapasitasnya,” ujar Maryoto Birowo pada awak media.

Senada dengan Maryoto Birowo, Arteria Dahlan juga mengungkapkan hal yang sama. Peningkatan kapasitas pelaku UKMK tidak harus dilakukan oleh Pemrintah, namun pihak swasta juga harus ikut berpean dalam meningkatkan kapasitas pelaku UKMK.

“Pihak swasta juga berkewajiban meninkatkan kapasitas pelaku UKMK, seperti yang dilakukan saat ini,” ujar legislator yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.

Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 itu dihadiri sekitar 200 pelaku UKMK. Acara berjalan tertib dan lancar hingga selesai.