Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nuning Rodiyah menyampaikan jika tontonan anak di Indonesia saat ini masih sangat minim. Selain itu, berbagai tayangan yang hadir setiap hari masih di bawah standar kualitas yang ditetapkan.

Menurut dia, berdasarkan survei yang dilakukan KPI menunjukkan jika berbagai program seperti sinetron, variety show, hingga entertainmen masih di bawah indeks kualitas. Sehingga, KPI terus mendorong agar program yang ditayangkan lebih berkualitas. Terutama untuk memberi pengajaran yang berharga bagi anak-anak.

"Kami terus mendorong agar lembaga penyiaran memproduksi konten yang berkualitas dan tetap menghibur," katanya kepada wartawan saat berkunjung ke Kota Malang.

Lebih jauh Nuning menerangkan jika program tayangan khusus bagi anak-anak amat penting. Namun, sayangnya, konten yang disiarkan selama ini masih disisipi dengan iklan yang hanya dimengerti oleh orang dewasa. Hal itu untuk saat ini susah untuk dihindari. Sebab, sebuah tontonan tentu membutuhkan iklan dan juga penonton.

"Tayangan anak-anak, tapi iklannya belanja. Kan anak-anak tidak butuh belanja. Tapi ya itu tadi, iklan memang menjadi satu kesatuan dalam sebuah produksi tayangan," imbuhnya.

Nuning pun mengimbau agar para orang tua lebih jeli dalam memilih program yang ditayangkan. Ketika disinyalir ada konten negatif, maka orang tua dapat memberi pendampingan saat anak sedang menonton, baik TV maupun internet melalui gadget. Pasalnya, beragam konten dapat dinikmati dengan mudah untuk saat ini.

Menurut Nuning, orang tua harus mengetahui dengan pasti kebutuhan seorang anak terhadap gadget. Berdasarkan penelitian, usia terbaik untuk anak-anak diberi mainan gadget minimal usia 12 tahun. Karena jika terlalu dini, maka perkembangan komunikasi anak akan lemah lantaran jarang bersosialisasi dengan teman dan tetangganya. "Tapi yang paling utama, orang tua yang bisa mengetahui dengan persis kebutuhan anaknya akan gadget," pungkasnya. (*)