Punya Batik Khas, Kota Malang Bisa Adopsi Model Kampung Batik Laweyan Surakarta | Jatim TIMES

Punya Batik Khas, Kota Malang Bisa Adopsi Model Kampung Batik Laweyan Surakarta

Oct 25, 2018 18:28
Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji (kanan) saat mengunjungi Kampung Batik Laweyan di Surakarta. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji (kanan) saat mengunjungi Kampung Batik Laweyan di Surakarta. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

Kekayaan khasanah batik Malangan membuat Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji berencana membuat kampung batik.

Hal tersebut tercetus di sela kunjungan ke sentra Batik Lengo dan UMKM Batik UNI di Surakarta.

Widayati ikut memeriahkan Ladies Program yang masih satu rangkaian dengan HUT Dasawarsa Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Surakarta, hari ini (25/10/2018).

Dia bersama rombongan Ketua TP PKK dari daerah lain, pada kesempatan itu mengunjungi Kampung Batik Laweyan Surakarta. 

Di kampung batik itu, dia melihat secara langsung proses pembuatan hingga pemasaran di dua produk. Yakni Batik Lengo dan UMKM Batik UNI.

Ia mengatakan, batik merupakan peninggalan budaya Indonesia yang sudah diakui oleh dunia. 

Kota Malang, lanjut Widayati, juga memiliki batik khas daerah, sehingga harus ada upaya bersama untuk mengembangkannya baik mulai peningkatan kualitas hingga pemasaran yang tepat.

"Pada kesempatan itu saya melihat bagaimana proses pembuatan, siapa saja yang terlibat dalam proses pembuatannya, hingga bagaimana pemasarannya," kata Widayati

Menurut Widayati, Kampung Batik Laweyan sudah menjadi ikon batik Kota Solo. Sehingga, para wisatawan atau pengunjung bisa berbelanja batik sekaligus menikmati arsitektur bangunan yang khas.

"Hal ini bisa diadopsi oleh Kota Malang yang sebenarnya juga memiliki potensi serupa," ujarnya.

"Tidak hanya membatik, disini juga bisa menikmati arsitektur peninggalan jaman dahulu serta pengunjung bisa belajar membatik dan juga ada kuliner khas. Nah hal, sentra seperti ini sangat membantu sektor wisata," tambahnya.

Konsep Kampung Batik Laweyan juga bisa dijadikan contoh bagaimana sentra kampung wisata. Harapannya, mampu meningkatkan daya ekonomi masyarakat setempat dan produknya mampu bersaing di dunia internasional.

"Pemerintah Kota Malang berharap bagaimana nanti sentra Batik Malangan bisa dikemas seperti pada Kampung Laweyan ini, sehingga mampu meningkatkan daya ekonomi dan menarik wisatawan," tandasnya.

Topik
Berita Malang Kampung Batik Laweyan Surakarta Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji

Berita Lainnya