Sutiaji saat berbicara di acara International Research Conference on Economics and Business di Hotel Savana (foto: Imarotul Izzah)
Sutiaji saat berbicara di acara International Research Conference on Economics and Business di Hotel Savana (foto: Imarotul Izzah)

Kualitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Malang masih tergolong rendah. Sejak tahun 2007 hingga saat ini, kualitas UMKM di Kota Malang tidak pernah meningkat. Hal ini dinyatakan oleh Wali Kota Malang Sutiaji dalam acara International Research Conference on Economics and Business di Hotel Savana tadi (22/10).

"Sejak 2007 hingga 2018, UMKM yang ada di Kota Malang selalu mikro saja tidak pernah naik kelas," ungkap Sutiaji.

Hal ini berbanding terbalik dengan kuantitas UMKM di Kota Malang yang justru terus mengalami peningkatan. Dari data Badan Pusat Statistik Kota Malang, jumlah UMKM di Kota Malang adalah 156 unit. Angka ini terus meningkat hingga mencapai 113.000 unit pada tahun 2018.

Mengatasi permasalahan ini, Sutiaji memerintahkan Dinas Koperasi dan UMKM untuk merancang starting point UMKM. Dengan adanya starting point ini, pemerintah dapat memantau perkembangan UMKM Kota Malang.

"2019 harus sudah punya starting point yang jelas, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM harus bisa mengangkat yang mikro ke kecil, kecil ke menengah, dan yang menengah ke industri yang siap ekspor," ujar Sutiaji.

Selain merancang starting point, UMKM Kota Malang akan diberikan pelatihan-pelatihan pembuatan produk yang berkualitas sehingga memiliki daya saing global. Hal ini dilakukan agar UMKM bisa bersaing di era revolusi industri ini.

"E-commerce akan terus kita bangun bersama dan cost untuk pembuatan produk akan kita tekan. Namun perlu diingat, meski low cost tapi punya high kualitas," tandasnya.