PT Suryaraya Rubberindo Industries saat mengenalkan ban FDR varian Maxtreme series di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen. (Foto : Ashaq Lupito/MalangTIMES)

PT Suryaraya Rubberindo Industries saat mengenalkan ban FDR varian Maxtreme series di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen. (Foto : Ashaq Lupito/MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Kebanyakan masyarakat saat ini beranggapan jika ban yang masih ada motifnya berarti masih layak pakai. Selain itu, ada yang berpendapat jika ban bisa digunakan di segala medan dan kebutuhan berkendara.

Padahal, tidak semua pemahaman itu benar. Terdapat beberapa ketentuan dan spesifikasi khusus yang harus diterapkan pengendara jika ingin selamat ketika mengemudi.

FDR Division Head PT Suryaraya Rubberindo Industries Zandhy Utama menjelaskan, biasanya pada ban yang sudah memenuhi kualifikasi standar nasional Indonesia (SNI), terdapat beberapa petunjuk. Misalnya terkait keausan ban, di sisi samping terdapat indikator dengan simbol 50 persen. Ketika permukaan ban sudah ada di posisi tersebut, sebaiknya lekas diganti. “Sebagian masyarakat merasa jika motifnya habis, maka divulkanisir dengan alasan masih tebal. Padahal itu tidak disarankan demi keselamatan,” kata Zandhy ketika ditemui MalangTIMES Minggu (14/10/2018).

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, para produsen ban kini berlomba-lomba untuk memberi kualitas yang prima. Seperti salah satunya terobosan yang dilakukan PT Suryaraya Rubberindo Industries. New Product Planner FDR Denny Setiawan mengatakan, ada dua varian ban baru yang bakal di-launching ke pasaran. Yakni FDR Maxtreme dan Maxtreme SE.

Maxtreme kategori regular didesain untuk kebutuhan harian. Dengan desain supermoto,l serta daya cengkeram yang mumpuni, Maxtreme dirasa sanggup untuk memenuhi performa motor sehari-hari. Terdapat dua ukuran untuk ban variasi ini, yakni 110/70-17 TL dan 130/70-17. “Ban ini sudah lulus uji kualifikasi SNI dan sudah diuji coba untuk menempuh perjalanan jauh,” sambung Denny.

Kemudian jenis Maxtreme SE didesain khusus untuk balap. Performanya memang diseting dengan daya cengkeram di aspal maupun di medan pasir dan berbatu. "Konstruksi yang lebih kokoh membuat Maxtreme SE cocok untuk balapan, misalnya dalam ajang supermoto," kata Denny pada sesi launching ban FDR Maxtreme yang diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Minggu (14/10/2018).

Untuk melihat kualitasnya, ban yang diproduksi oleh perusahaan yang juga membuat ban untuk motor Honda ini sempat diuji coba kepada para pembalap. “Secara keseluruhan, baik di tanah maupun aspal, ban ini terbilang bagus performanya,” ungkap Raden Aludona, salah satu pembalap yang berlaga dalam balap supermoto.

Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur Bambang Haribowo mengapresiasi gagasan yang diusung FDR. Dia berharap, di-launching-nya ban Maxtreme series mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan pebalap akan ban yang berkualitas. “Terima kasih atas dukungannya. Semoga ke depan bakal bertambah banyak ajang balap yang turut disponsori FDR,” pungkasnya. (*)


End of content

No more pages to load