Tim pencari terus berusaha melakukan pencarian di Lereng Semeru (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Tim pencari terus berusaha melakukan pencarian di Lereng Semeru (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Sampai hari ini, Selasa (9/10) proses pencarian Saidin (21) pendaki Semeru yang hilang dalam perjalanan menuju Puncak Semeru, sudah sampai pada hari yang kelima. Namun sampai saat ini Tim dari BPBD Lumajang, Basarnas Jember dibantu TNI-Polri belum berhasil menemukan Saidin.

Memasuki hari kelima, pencarian diperluas dan menambah kekuatan tim pencari. Bahkan pada hari ini pencarian dibagi menjadi 7 tim yang berusaha melacak jejak Saidin kearah yang lebih luas dan berbeda. Ada 56 orang yang tergabung tim pencarian yang masuk dalam 7 regu pencarian tersebut.

"Sepanjang sejarah pencarian korban yang hilang pada pendakian Semeru, ini adalah yang terlama, namun belum juga ditemukan. Sebenarnya kita sudah menemukan bekas jejak kaki dan plastik bungkus roti, namun kedua petunjuk ini masih belum berhasil menukan Saidin," kata Wawan Hadi Siswanto SH,M.Si, Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Kantor BPBD Lumajang.

Menurut Wawan Hadi, selama ini pencarian paling lama hanya empat hari saja sudah berhasil menemukan korban. Namun kali ini sudah mencapai hari ke 5, tetapi Saidin belum juga ditemukan. Sementara teman Saidin yang mendaki Semeru hanya berdua berama Saidin, juga lupa terhadap jalur pendakian yang pernah dilewatinya.

"Sebenarnya teman Saidin, yakni Affan Abdullah sudah bersama dengan kita, namun informasinya selalu berubah-ubah,sehingga tidak banyak memberikan petunjuk yang pasti," kata Wawan Hadi.

Dijelaskan pula, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pencarian biasanya hanya dilakukan selama satu minggu. Jika belum ditemukan selama satu minggu, maka pencarian berikutnya harus berdasarkan evaluasi tim. Jika ada harapan untuk ditemukan, pencarian akan diterukan, namun tidak menutup kemungkinan pula untuk dihentikan.

"Tergantung dengan hasil evaluasi. Kalau dari kami lebih menginginkan untuk tetap diusahakan pencarian," jelas Wawan Hadi kemdudian.

Untuk melakukan pencarian terhadap Saidin, BPBD Lumajang membentuk Posko yang berada di Tawon Songo. Tempat dimana kedua pemuda ini memulai pendakiannya. Saidin dan Affan Abdullah melakukan pendakian Semeru sejak tanggal 28 September lalu. Karena Saidin jatuh dari pohon dan meninggal ditempat kejadian, maka rekannnya Affan Abdullah turun gunung untuk meminta bantuan warga, dan baru sampai di Tawon Songo pada tanggal 4 Oktober lalu.

Sejak tanggal 4 oktober lalu, tim pencari sudah mulai bekerja, namun sampai saat ini belum juga berhasil menemukan titik terang keberadaan Saidin, yang dikabarkan meninggal oleh temannnya sendiri, saat memanjat pohon karena ingin mendapatkan arah pulang.