Kebakaran di pabrik gula milik Sarengat, Senin (8/10) (foto:dokumentasi damkar)
Kebakaran di pabrik gula milik Sarengat, Senin (8/10) (foto:dokumentasi damkar)

Selama 3 hari berturut-turut, jago merah mengamuk di Tulungagung. Betapa tidak, dalam kurun 3 hari, 4 kebakaran terjadi di Kota Marmer ini. 
Hari ini api kembali hanguskan rumah kosong milik almarhumah Wiji, di Dusun Ngreco Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu. Kejadian diduga disebabkan oleh korsleting listrik.

"Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong," ujar Kabid Damkar pada Pol PP Tulungagung, Rakidi Selasa (9/10) siang tadi sekira pukul 10.00 WIB.
Rumah dibiarkan kosong sejak 5 tahun. Kedua anak Wiji merantau ke Jakarta dan Kalimantan.

Sebelumnya pada Minggu (7/10) sebuah gudang kayu pinus yang dekat dengan SPBU Cuiri, di Desa Mojosari Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung juga terbakar.
Api diketahui sekitar jam 22.00 wib di gudang milik Ali (38) warga Serut Kecamatan Boyolangu.

"Kebakaran gudang kayu yang dilaporkan, kami mengerahkan pemadam kebakaran ke lokasi," kata Rakidi.

Lalu pada Senin (8/10) api kembali melalap dapur rumah milik Wodyo Purwanto (46) di Dusun Trimulyo RT 03, RW 08, Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung
"Dilaporkan telah terjadi kebakaran, dapur rumah milik warga Ngujang," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas Iptu Sumaji.

Kebakaran bermula saat istri Widyo yang bernama Musriah  berada di dapur sedang memasak nasi dengan panci menggunakan kompor gas. Lalu oleh Musriah ditinggal ke depan rumah untuk ngobrol dengan tetangganya. 

Tak lama kemudian, api sudah membakar dapur dan isinya. Mendapati dapurnya terbakar, Musriah berteriak minta tolong. Hingga api bisa dipadamkan oleh Damkar.

Selanjutnya di hari yang sama tempat usaha industri gula merah milik Sarengat (60) di RT 2 RW 3, yang berada di Desa Bendiljati Wetan membara karena tersulut api. 

"Benar telah terjadi kebakaran penggilingan tebu, yang terbakar tumpukan sepah dan merembet ke penggilingan," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas Iptu Sumaji.