Petugas memadamkan api di Bendiljati Wetan Sumbergempol (Foto : Dokpol / TulungagungTIMES)
Petugas memadamkan api di Bendiljati Wetan Sumbergempol (Foto : Dokpol / TulungagungTIMES)

Tiba-tiba warga di Desa Bendiljati Wetan Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung geger. Pasalnya, tempat usaha industri gula merah milik Sarengat (60) di RT 2 RW 3, yang berada di Desa Bendiljati Wetan itu membara karena tersulut api. 
"Benar telah terjadi kebakaran penggilingan tebu, yang terbakar tumpukan sepah dan merembet ke penggilingan," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas Iptu Sumaji.

Kronologi kejadian pada Senin (08/10) malam, saat Sarengat pulang dari tempat penggilingan tebu miliknya untuk salat magrib.  

"Pada saat salat itu, ada salah satu tetangganya memberitahukan bahwa penggilingan milik korban terbakar," papar Sumaji. 

Mendapat kabar, Sarengat bergegas datang di penggilingan api sudah membesar, mengetahui hal tersebut korban dibantu warga berusaha memadamkan api dengan pompa air milik tetangga.
"Kita mengerahkan tiga unit Damkar dan dua suplay untuk membantu pemadaman," kata Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Tulungagung Rakidi.

Menurut Rakidi, api diduga karena terjadi kelalaian pada pemilik yang kurang memperhatikan timbulnya api karena material mudah terbakar.
"Dugaan sementara human eror atau faktor kelalaian," kata Rakidi.

Butuh waktu ber jam-jam untuk memadamkan api karena luasnya lokasi yang terbakar. Sekitar jam 22.30 wib petugas yang dibantu warga berhasil menjinakkan api yang telah membuat sepah di penggilingan ludes. 

Akibat dari kejadian itu Sarengat mengalami kerugian berupa mesin penggilingan berikut atapnya dari asbes yang terbakar sebesar Rp. 70.000.000,- (  Tujuh puluh juta  rupiah).