ketua Komisi 3 Agus Riyanto (baju hitam) saat ngancam Kepala Disnakertrans Wahono (baju putih) dalam RDP doal PT SKI.

ketua Komisi 3 Agus Riyanto (baju hitam) saat ngancam Kepala Disnakertrans Wahono (baju putih) dalam RDP doal PT SKI.



DPRD bergerak cepat menanggapi pengaduan salah satu karyawan PT Sumbertaman Keramika Industria (SKI) Kota Probolinggo. Sehari setelah mendapat pengaduan, Rabu (3/10) sekitar pukul 10.00, komisi 3 DPRD setempat menggelar rapat dengar pendapat (RDP).

RDP yang berlangsung di ruang rapat komisi 3 tersebut mempertemukan manajemen dan serikat pekerja (SPSI) PT SKI dengan perwakilan karyawan dan disnakertrans serta bagian hukum. Dalam hearing yang berlangsung tegang itu, Ketua Komisi 3 Agus Riyanto sempat menggebrak meja lantaran pihak PT SKI ngotot tidak memotong gaji karyawan yang tidak ada dalam kesepakatan atau aturan.

Sementara Agus Riyanto meminta, perusahaan yang berlokasi di Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, itu tidak mencari siapa yang salah dan yang benar. Agus berharap, PT SKI menyelesaikan permasalahan tersebut dan memanggil pihak-pihak atau oknum yang mencari keuntungan dibalik pemotongan gaji karyawannya. “Di ruangan ini, bukan mencari salah atau benar. Tapi mencari solusi.,” pintanya.

Banyaknya potongan yang diterapkan perusahaan dan bersikukuhnya PT SKI tidak melakukan pemotongan di luar kesepakatan, membuat ketiua komisi 3 naik pitam. Meski tujuan PT SKI memotong gaji, agar karyawan disiplin dan taat pada atuiran perusahaan, namun Agus berharap, PT SKI mempertimbangkan gaji karyawannya. “Ini perusahaan apa tukang jagal,” teriaknya, usai menggebrak meja  

Menurut, politikus PDIP tersebut yakin, dua karyawan yang didengar pendapatnya tidak akan berbohong. Karena itu, Agus meminta perusahaan tidak ngotot mencari pembenaran, tetapi mennyelesaikan permasalahan yang sudah meresahkan karyawannya. “Sudahlah, kami yakin dua karyawan ini, tidak akan berbohong. Yang mereka ceritakan, pasti terjadi di perusahaan. Makanya, tarik benang merahnya dan selesaikan permasalahan ini,” tandasnya.

Terhadap Disnakertrans, anggota DPRD 2 periode tersebut meminta, untuk turut mencari dan menemukan solusinya. Agus mengancam kepala Disnakertrans Wahono, jika dalam seminggu permasalahan antara karyawan dengan menejemen PT SKI tidak selesai, pihaknya akan merekomendasikan agar kepala Disnakertrans, diganti. “Tolong pak Wahono ya, Jika dalam satu minggu tidak selesai, kami akan buat rekomendasi untuk mengganti sampaian,” pungkasnya.

Sedang Hamis Rusdi, salah satu anggota komisi 3, mengaku heran, Disnakertrans tidak mengetahui dan tidak segera bersikap dengan banyaknya potongan yang merugikan karyawan. Padahal dalam RDP tersebut kepala Disnakertrans Wahono, dari sekian perusahaan yang ada di wilayahnya, yang sering dikunjungi adalah PT SKI. “Loh pak Wahono ke PT SKI acara apa. Kok tidak tahu permasalahan ini. Apa ke sana hanya ngopi,” ujar Hamid.

Menanggapi hal tersebut, Wahono akan segera menindaklanjuti polemik yang terjadi di perusahaan yang memproduksi keramik tersebut.  Ia mengakui, kalau permasalahan yang ada di PT SKI bisa diselesaikan oleh internal perusahaan. Namun, pihaknya berjanji akan duduk bareng dengan perusahaan dan karyawan. “Kami akan membantu menyelesaikan permasalahan ini dengan cara bipatrite. Duduk barang bersama PT SKI dengan karyaewan,” ujarnya singkat. (*)


End of content

No more pages to load