Ilustrasi.(Foto : riauonline)

Ilustrasi.(Foto : riauonline)



Satlantas Polres Blitar Kota menertibkan kendaraan roda dua yang diparkir sembarangan di pinggir jalan. Penertiban itu dilakukan bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP Pemkot Blitar, Rabu (3/10/2018) di Jalan Merdeka Kota Blitar.

Dalam razia ini tidak ada kendaraan yang ditilang. Petugas hanya memberi peringatan kepada pemilik kendaraan untuk memarkir kendaraanya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Saat menyisir sepanjang jalan petugas mendapati banyak sepeda motor yang parkir di trotoar. Rata-rata adalah milik karyawan toko. Petugas langsung menghampiri dan memperingatkan pemilik motor. Tak hanya itu petugas juga meminta pemilik toko agar memperingatkan karyawan dan pelanggan agar tak parkir di trotoar. 
 

"Karena sudah disediakan tempat parkir kami mengimbau masyarakat tak lagi memarkir kendaraan di trotoar. Karena trotoar diperuntukan bagi pejalan kaki. Untuk saat ini kami hanya mengingatkan belum ada sanksi tilang," ucap Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Bayu Halim Nugroho.

Dikatakannya, polisi meminta Dishub dan Satpol PP ikut mensosialisasikan penertiban parkir liar di atas trotoar di sepanjang Jl Merdeka. "Mulai minggu depan sudah tidak ada peringatan lagi, kalau masih ada yang melanggar kami tilang," tegas dia.

Tak hanya kendaraan roda dua. Petugas juga mengingatkan agar pemilik toko tidak mengelar daganganya di trotoar. Serta meminta pedagang kaki lima untuk mencari tempat berjualan selain trotoar.

Sementara Kasi Pengendalian dan Operasional Lalu Lintas Dishub Kota Blitar, Junaidi mengatakan mendukung langkah kepolisian menertibkan pakir liar di atas trotoar Jl Merdeka. Penertiban parkir di atas trotoar ini untuk memberi ruang bagi para pejalan kaki.

Dishub dan Satpol PP akan melakukan patroli di Jl Merdek tiap hari. Kalau masih ada pelanggar, Satpol PP yang akan memberikan sanksi ke pemilik toko maupun pengendara. "Termasuk barang dagangan juga tidak boleh ditaruh di atas trotoar. Kalau tetap melanggar nanti Satpol PP yang menindak. Mungkin barangnya disita dibawa ke Mako," pungkasnya. (*)


End of content

No more pages to load