Gapura masuk pantai goa cina nampak sepi pasca perpindahan pengelola, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Gapura masuk pantai goa cina nampak sepi pasca perpindahan pengelola, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Terhitung mulai Senin (1/10/2018), pengelola tiket Pantai Goa Cina dikoordinir oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Harapan Pertiwi. Namun kebijakan ini masih menjadi perdebatan di berbagai pihak. Pasalnya salah satu pantai terindah di Indonesia yang terletak di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) ini, sebelumnya memang dikelola oleh perhutani KPH Malang melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonoharjo.

Supervisor Wisata dan Aset Perhutani KPH Malang Nanang Wahyudi menuturkan, perselisihan ini diduga bakal memicu konflik. Pasalnya, sebelum tiket dikelola oleh KPH, memang LMDH sudah memulai merintis wisata Pantai Goa Cina tersebut. “Saya dapat informasi bakal ada demo dilakukan di Pantai Goa Cina, sedangkan titik kumpul di Pantai Bangsong Teluk Asmara (BTA),” terang Nanang.

Berangkat dari informasi ini, MalangTIMES mencoba menelusuri apa yang terjadi di lapangan. Namun hingga Selasa (2/10/2018) siang, suasana lempeng-lempeng saja. 

Ketua KTH Harapan Pertiwi Purnadi menuturkan, perpindahan pengelola ke pihak KTH bukan tanpa alasan. Berbagai upaya dan birokrasi sudah diajukan. Mulai pengajuan ke Muspika, Polres Malang, Dispenda, Perhutani, dan masyarakat juga sudah disosialisasikan.

Namun demikian, pihaknya tidak bisa menampik jika ada beberapa golongan yang merasa tidak sepaham akan kebijakan tersebut. “Landasan kebijakan kami adalah peraturan menteri hutan (permenhut) nomor 39 tentang kemandirian mengelola hutan, dan nomor 83 tentang kemitraan kehutanan. Dimana pantai Goa Cina termasuk kewenangan kami,” terang Purnadi kepada MalangTIMES Selasa (2/10/2018).

Mengetahui hal ini, Koordinator wisata Pantai Goa Cina Trobus memastikan jika pengelolaan tiket pantai yang ada di Desa Sitiarjo tersebut memang sudah dikelola terlebih dulu oleh LMDH. Dia berdalih, upaya yang dilakukan KTH masih tahap pengajuan, dan belum ada keputusan. “Saya pastikan besok (3/10/2018) masalah tiket akan dikelola LMDH lagi,” pungkasnya.