Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Inf. Wildan Bahtiar (foto : Joko Pramono/Tulungagungtimes)

Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Inf. Wildan Bahtiar (foto : Joko Pramono/Tulungagungtimes)



Sejumlah Koramil di Tulungagung selenggarakan nonton bareng film G 30 S/PKI. Meski tidak ada perintah untuk menggelar acara nonton bareng film itu dari Mabes TNI.

Digelarnya nobar film itu lantaran adanya desakan dari masyarakat yang ingin pemutaran film itu dilakukan seperti tahun lalu.

Hal itu diungkapkan oleh Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Inf. Wildan Bahtiar S.IP selepas mengikuti upacara Kesaktian Pancasila pagi tadi, Senin (1/10).

“Ada permintaan dari masyarakat untuk nonton bareng, jadi kita laksanakan,” ujar Dandim.

Seperti halnya Koramil Kedungwaru, Karangrejo dan Ngunut yang telah menyelenggarakan nobar film yang bercerita tentang kekejaman partai komunis Indonesia (PKI) itu pada Minggu (30/9) malam kemarin.

Salah satu warga yang ikut melihat pemutaran film itu, Ali (36 tahun) mengatakan merasa perlu untuk memutar lagi film itu tiap tahun seperti saat drinya masih sekolah dulu.

Hal itu bertujuan untuk memberikan informasi pada generasi sekarang tentang kekejaman PKI pada pemberontakan yang dilakukanya pada 1965 silam.

“Kalau perlu diputar setahun sekali seperti dulu, biar generasi sekarang tahu tentang kekejaman PKI,” tutur Ali.

Film G 30 S/PKI bercerita tentang pemberontakan PKI. Pada pemberontakan yng dilakukan, PKI menculik sejumlah jendral dari angkatan darat.

Tak hanya menculik, para jendral itu kemudian disiksa dengan sadis dan dibunuh.

Jasad mereka kemudian dimasukan pada sebuah lubang sumur yang berada di Daerah Halim Perdana Kusuma  yang kemudian dikenal dengan sumur lubang buaya.


End of content

No more pages to load