Petugas saat mengevakuasi Miskan korban kebakaran, Kecamatan Ngajum (foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas saat mengevakuasi Miskan korban kebakaran, Kecamatan Ngajum (foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Apa yang dialami Miskan warga Desa Babadan Kecamatan Ngajum ini, bisa dikatakan tragis. Bagaimana tidak, karena takut api pembakaran daduk (daun bekas panen tebu) membakar lahan milik orang lain, membuat korban berupaya memadamkan api. Nahas, keputusannya itu justru menjadi petaka yang membuat korban meninggal dunia Selasa (25/9/2018).

Dijelaskan lebih lanjut, Kasubsi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Mudji Utomo menuturkan, kejadian bermula ketika Miskan membakar daduk di lahan tebu miliknya. Angin yabg berhembus kencang, serta cuaca yang terik justru membuat api membesar dan menjalar mendekati lahan milik orang lain.

“Mengetahui hal itu korban berupaya memadamkan api agar tidak menjalar, dengan perlengkapan seadanya,” terang pria yang akrab disapa mbah Tomo ini.

Kepada MalangTIMES Tomo menambahkan, upaya yang dilakukan Miskan justru sia-sia. Api merembet ke lahan tebu yang ada disamping lahannya. Kejadian ini membuat korban terperangkap kedalam kobaran api. Alih-alih menyelamatkan diri, pria 25 tahun ini justru terpanggang api. “Tidak ada yang mengetahui insiden ini, jazadnya baru ditmukan warga dengan posisi telungkup pasca terbakar,” imbuhnya.

Dari pendalaman MalangTIMES, korban mengalami luka bakar serius disekujur tubuhnya. Wajah, dada, serta punggung terpanggang api. Petugas dari PMI, polisi, serta dibantu warga setempat berupaya untuk mengevakuasi mayat korban. “Pihak keluarga menolak diotopsi, saat ini jenazah korban sudah dibawa ke keluaga duka untuk dimakamkan,” tutup Tomo.