Ketua LSM Gempur MA Juanidi saat memasang poster tulisan di segel Kantor DPRD oleh Rakyat (Foto Heru Hartanto/Situbondo TIMES)

Ketua LSM Gempur MA Juanidi saat memasang poster tulisan di segel Kantor DPRD oleh Rakyat (Foto Heru Hartanto/Situbondo TIMES)



Ketua LSM Gempur MA Juanidi melakukan aksi demo tunggal menyoal tentang lambannya APBD Perubahan yang hingga saat ini tak kunjung di Dok oleh DPRD Situbondo, Selasa (25/09/2019).

Dalam orasinya Junaidi menuding anggota DPRD Situbondo tak mengedok APBD Perubahan karena ada beberapa oknum anggota DPRD Situbondo yang disinyalir minta uang kepada eksekutif.

"Tugas atau fungsi DPRD adalah pengawasan bukan malah meminta-minta uang kepada eksekutif agar APBD Perubahan cepat disahkan," teriak MA. Junaidi saat melakukan aksi demo tunggal di depan kantor DPRD.

Lebih lanjut, dalam orasinya Junaidi mengatakan, pihaknya sudah kirim surat ke KPK dan BPK RI untuk menyadap HP eksekutif maupun legislatif. "Saya menengarai oknum-oknum anggota DPRD Situbondo ada permintaan sesuatu melalui SMS maupun melalui telepon kepada eksekutif agar APBD Perubahan cepat di dok. Artinya, oknum-oknum anggota DPRD tersebut minta uang atau sangu," teriak Junaidi.

Untuk oknum anggota DPRD di Situbondo, jelas Junaidi, nanti akan seperti kota Malang, akan ada yang ditangkap dan indikasinya percobaan gratifikasi. "Saya berharap ada beberapa oknum anggota DPRD Situbondo yang ditangkap oleh KPK karena meminta sesuatu untuk mengesahkan proses pengedokan APBD Perubahan tahun 2018," bebernya.

Tak hanya itu saja orasi yang disampaikan Junaidi, namun dia juga menuding oknum anggota DPRD Situbondo terlalu berani bermain dengan anggaran keuangan yang sesungguhnya merupakan uang rakyat.

"Seharusnya  bulan 6 yang lalu DPRD sudah mengesahkan APBD Perubahan itu. Sekarang sudah bulan 9, APBD Perubahan belum di dok dan belum lagi diusulkan Gubernur. Bisa-bisa bulan 11 usulan dari gubernur baru turun. "Saya yakin sisa anggaran proyek (SILPA) akan membengkak, karena APBD Perubahan sampai sekarang belum di dok dan dampaknya pembangunan infrastruktur pedesaan tak akan bisa dikerjakan dalam kurun waktu 1 bulan," ungkapnya.

Sekedar diketahui, sebelum melakukan orasi MA Junaidi membentangkan poster di pagar kantor dewan yang bertulisan di Segel Rakyat dan dipertengahan orasinya, Junaidi membakar kembang api sebagai simbol semangatnya melakukan aksi demo tunggal tersebut. Saat aksi demo tunggal tersebut, Junaidi ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Rudi Afianto dari PDI Perjuangan. (*)​


End of content

No more pages to load