Lokasi penemuan mortir dipasang police line oleh petugas, Kecamatan Pakisaji (foto : Camat Pakisaji for MalangTIMES)
Lokasi penemuan mortir dipasang police line oleh petugas, Kecamatan Pakisaji (foto : Camat Pakisaji for MalangTIMES)

Tidak seperti biasanya, masyarakat mendadak berbondong-bondong ke salah satu pekarangan warga di Desa/Kecamatan Pakisaji, Rabu (19/8/2018).

Mereka tampak antusias ingin menyaksikan mortir, yang ditemukan oleh warga setempat.

Polisi yang mendapat informasi bergegas menuju lokasi penemuan, serta memasang garis polisi untuk meminimalisir ledakan dari mortir yang diduga masih aktif tersebut. 

Mortir dengan panjang sekitar 20 centimeter ini, ditemukan pertama kali oleh Ismail warga Desa/Kecamatan Pakisaji.

Kepada polisi Ismail menuturkan, saat itu dia hendak membuat batu bata. Pria 60 tahun ini lantas mencangkul tanah di belakang pekarangan rumahnya.

“Ketika saya gali dengan kedalaman sekitar satu meter, saya menemukan benda tersebut (mortir),” tuturnya.

Terpisah, Camat Pakisaji Indra Gunawan mengatakan, penemuan ini lantas dilaporkan kepada polisi. Dari keterangan petugas, bahan peledak yang diduga berjenis mortir 81 mm ini masih aktif.

Sebab, meski sudah berkarat, mortir yang diperkirakan peninggalan perang tersebut, masih terdapat pemicu dibagian ekor proyektil.

“Saat ini mortir sudah dievakuasi tim Gegana Brimob Ampeldento,” pungkasnya.