Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono saat di KPK (foto : Ari Saputra/detik.com)
Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono saat di KPK (foto : Ari Saputra/detik.com)

Buntut Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) awal bulan Juni 2018 lalu menyeret beberapa pejabat Kabupaten Tulungagung.

Setelah beberapa kepala dinas diperiksa oleh komisi anti rasuah itu, kini giliran Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono juga turut diperiksa sebagai saksi.

Rekan satu partai yang juga Pengurus Dewan Pimpinan Cabang PDI-P, Heru Santoso benarkan hal itu. Hingga saat ini dirinya belum bisa menghubungi Mas Pri, sapaan akrab Ketua DPRD dan Ketua DPC partai berlambang banteng itu.

"Infonya begitu.... Saya masih belum bisa kontak mas," jawab Heru Santoso saat dihubungi oleh tulungagungtimes.com.

Seperti dilansir dari laman www.detik.com, Ketua DPRD Tulungagung Supriyono diperiksa KPK. Dia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dengan tersangka Kepala Dinas PUPR Tulungagung Sutrisno.

Supriyono terlihat datang ke KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018) mengenakan topi hitam dan kaca mata. Dia terlihat menunduk saat masuk ke dalam lobi.
"Dipanggil sebagai saksi tersangka SUT (Sutrisno)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan 4 tersangka yaitu:
- sebagai penerima:

1. Syahri Mulyo selaku Bupati Tulungagung periode 2013-2018
2. Agung Prayitno selaku swasta
3. Sutrisno selaku Kadis PUPR Pemkab Tulungagung
- sebagai pemberi:
4. Susilo Prabowo selaku swasta atau kontraktor
Pemberian untuk Syahri berkaitan dengan proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan. Syahri diduga menerima suap sebanyak 3 kali sebagai fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di Dinas PUPR Pemkab Tulungagung. Total penerimaan Syahri yaitu Rp 2,5 miliar.