Tangkapan layar di grup Facebook Komunitas Peduli Malang (Asli Malang) terkait kuisioner edukasi seksual bagi anak sekolah dasar. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Tangkapan layar di grup Facebook Komunitas Peduli Malang (Asli Malang) terkait kuisioner edukasi seksual bagi anak sekolah dasar. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Publik di Malang dihebohkan dengan munculnya kuisioner bagi anak-anak sekolah dasar (SD) terkait aktivitas seksual. Salah satu netizen mengunggah foto di grup Facebook Komunitas Peduli Malang (Asli Malang) yang menunjukkan kuisioner kesehatan yang membuat sikap netizen terbelah antara pro dan kontra.

Foto tersebut diunggah oleh akun atas nama Michael Viva, hari ini (19/9/2018) sekitar pukul 15.30 WIB. Tampak sebuah kertas dengan beberapa pertanyaan yang diberi coretan tanda tanya. Pertanyaan itu di antaranya, apakah kamu pernah mengalami gatal-gatal di sekitar kemaluan dan apakah kamu pernah disentuh secara paksa pada bagian vital tubuhmu (alat kelamin, payudara) untuk peserta didik wanita.

Sementara untuk peserta didik putra atau laki-laki ada empat pertanyaan yang diminta diisi jawaban ya atau tidak. Pertama, apakah kamu pernah mimpi basah. Kedua, apakah kami pernah mengalami kencing kuning kental. Ketiga, apakah kamu pernah mengalami gatal-gatal di sekitar kemaluan. Dan keempat, apakah kamu pernah disentuh secara paksa pada bagian vital tubuhmu (alat kelamin/bokong).

Dalam foto itu juga tertera keterangan bahwa kuisioner tersebut merupakan Bahan Edukasi dan Konseling. "Mohon untuk dinas kesehatan diperhatikan kembali layak tidaknya kuisioner yang diperuntukkan untuk anak usia sekolah dasar," tulis Michael Viva dalam unggahannya. Hingga sekitar pukul 16.30 WIB, postingan itu telah dibagikan oleh pengguna lain, serta menuai berbagai reaksi netizen.

Misalnya komentar pemilik akun Ragil Mbelgedut Sanawi yang bertanya terkait penyebaran kuisioner itu. "Nyimak, SD kelas piro (berapa), SD endi (di mana), perihal opo kuisioner iku," tanyanya. Lantas dijawab oleh Michael Viva bahwa itu didapatkan di wilayah Kecamatan Blimbing, Kota Malang. "Kuis dari puskesmas. Masih kelas 3 (SD) umur 8 tahun di Blimbing," tulisnya.

Kuisioner itu juga diterima oleh keluarga netizen lain. "Lek iku gawe adikku ora tak isi, pertanyaan nggak sepadan umur," tulis akun Mbak Hill. Sementara akun Bunga Dewi mempertanyakan pembuat kuisioner tersebut. "Emang e sopo sing gae soal koyok ngono," tulisnya. Ada pula yang bereaksi keras seperti akun Luide Cool. "Rusak wes," tulisnya menggunakan dua tanda seru.

Ada pula yang berkomentar positif bahwa kuisioner itu terkait bagian edukasi seksual. "Itu edukasi tentang seks, bukan berarti porno," tulis akun Ferry Indra. "Edukasi sex bukan porno," tulis Dedik Yulianto. Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi terkait kuisioner yang beredar itu.

Kabag Humas Setda Kota Malang M Nurwidianto mengaku belum mengetahui adanya kuisioner yang menyebar di media sosial tersebut. "Akan saya konfirmasi dulu ya. Tapi itu kan pertanyaan medis, dan biasanya pengalaman anak-anak saya dulu, pengisiannya juga didampingi orang tua sehingga dapat diberikan pemahaman," urai Wiwid, sapaan akrabnya.

Terkait pertanyaan-pertanyaan itu, menurut Wiwid tidak ada tujuan negatif. Terkait kelugasan (pertanyaan) dimaksud untuk mengetahui dan menghindari bentuk-bentuk pelecehan yang mungkin bisa terjadi pada anak anak. Tidak ada maksud untuk arah pornografi, tapi kami perhatikan masukan-masukan itu," pungkasnya.