Kakek di Ngantru ditemukan jadi arang setelah terbakar api yang berasal dari rokoknya. / Foto : Maga F / Tulungagung TIMES

Kakek di Ngantru ditemukan jadi arang setelah terbakar api yang berasal dari rokoknya. / Foto : Maga F / Tulungagung TIMES



Tak bisa diketahui kapan ajal akan menjemput. Demikian juga yang terjadi pada Musiyan (85), warga Desa Padangan RT 03 RW 05 Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Karena keinginannya untuk merokok, kakek ini meminta rokok kepada anaknya, Musri, yang rumahnya berdampingan dengannya. Namun akibat merokok inilah, Musiyan akhirnya diketahui meninggal dunia karena terbakar pada Minggu (16/09) sekitar pukul 21.00 WIB. "Kejadian kebakaran yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas Iptu Sumaji.

Dari data yang diperoleh pihak kepolisian, Musiyan sebelum diketahui terbakar sempat meminta anaknya untuk menyalakan rokok untuknya. Rokok itu pun dinikmati dengan cara diisap di kamarnya 

Saat Musiyan merokok di kamar, Rasemi (70), istri korban, sedang melihat TV di ruang tamu. "Dari ruang tamu ini, istri korban mencium bau barang terbakar. "Setelah diperiksa rumahnya, sumber bau berasal dari kamar korban," ungkap Sumaji. 

Istri Musiyan langsung melihat ke kamar. Ternyata melihat api membakar kasur berkorden yang ditiduri suaminya. Kontan Rasemi meminta bantuan ke anaknya untuk memadamkan api. Setelah api padam, baru diketahui korban turut terbakar dan meninggal di lokasi. Musiyan meninggal dunia dengan luka bakar 100 persen. (*)


End of content

No more pages to load