Polisi saat mengevakuasi jenazah korban kecelakaan di Jalan Raya Kebonagung, Pakisaji (foto : Pos Lantas Kepanjen for MalangTIMES)

Polisi saat mengevakuasi jenazah korban kecelakaan di Jalan Raya Kebonagung, Pakisaji (foto : Pos Lantas Kepanjen for MalangTIMES)



Selasa (11/9/2018) mungkin menjadi hari yang tidak bisa dilupakan Purnama, warga Desa Genengan Kecamatan Pakisaji.

Bagaimana tidak, istrinya Sutianah tewas terlindas saat terjatuh dari boncengan sepeda motor yang dikendarainya, di Jalan Raya Kebon Agung Kecamatan Pakisaji.

Kepada MalangTIMES Kanit Pos Lantas Polsek Kepanjen Iptu Yoyok Supandi menuturkan, kecelakaan maut ini bermula ketika Purnama mengendarai sepeda motor grand nopol N 2995 BD, melintas melalui jalan raya kebon agung.

Korban melaju dari arah selatan dengan kecepatan sedang. Setibanya di lokasi kejadian, pria 58 tahun ini hendak mendahului sepeda motor yang ada di depannya.

“Karena terlalu mepet, serempetan antara dua pengendara tak bisa dihindarkan,” tutur Yoyok.

Yoyok menambahkan, Purnama seketika terjatuh kelajur sebelah kiri jalan. Sedangkan istrinya yang saat itu dibonceng, terhempas ke sebelah kanan (ditengah jalan).

Disaat bersamaan, melintas kendaraan roda empat dari arah berlawanan. Kejadian yang begitu cepat membuat kendaraan yang diduga truk tersebut, melindas tubuh Sutianah yang tergeletak tak berdaya.

Akibat insiden ini kendaraan sepeda motor rusak berat. Sedangkan pengendara mengalami patah tulang lengan sebelah kiri.

Terparah, korban yang dibonceng mengalami luka parah pada bagian perut, selain itu kedua kakinya putus sehingga mengakibatkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Ini masih didalami terkait pengendara sepeda motor dan truk yang melarikan diri, sedangkan jenazah Sutianah dan Purnama yang mengalami patah tulang sudah dilarikan ke RSSA,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load