Tersangka perampasan beserta barang bukti yang diamankan Polsek Turen, Minggu (9/9/2018) (Foto : Polsek Turen For MalangTIMES)
Tersangka perampasan beserta barang bukti yang diamankan Polsek Turen, Minggu (9/9/2018) (Foto : Polsek Turen For MalangTIMES)

Kejahatan zaman sekarang sepertinya sudah tidak memperhitungkan waktu. Seperti kasus yang menimpa Wiwin.

Wanita 34 tahun ini tak berdaya ketika sepeda motor miliknya dirampas, saat berkendara sore hari di Jalan Ringin Raya Kecamatan Turen, Kamis (6/9/2018) lalu. 

Kanit Reskrim Polsek Turen Iptu Hari Eko Utomo menuturkan, kronologi bermula ketika Agus Jumadi warga Desa Gedangsewu Kecamaan Pakis, mengetahui korban sedang berkendara sendirian.

Tanpa menunggu lama, tersangka kemudian menghampiri Wiwin yang saat itu hendak memarkir kendaraannya.

Setelah itu, kunci sepeda motornya korban dirampas. Tidak hanya itu saja, pakaian pegawai swasta ini juga ditarik lantaran melakukan perlawanan.

“Sebelum membawa kabur barang rampasan, tersangka meminta korban agar membayar tebusan uang Rp 1 juta jika ingin kendaraan dikembalikan,” terang Hari kepada Malang TIMES minggu (9/9/2018).

Dua hari pasca insiden ini, korban melaporkan pria 44 tahun tersebut ke Polsek Turen. Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mendapatkan alamat tempat tinggal tersangka.

Saat dilakukan pengerebekan, barang bukti motor beat nopol N 4562 IT, ditemukan polisi di kediaman tersangka.

Kepada polisi Agus mengaku terpaksa merampas kendaraan korban, lantaran terlilit hutang. “Tersangka dijerat pasal 368 KUHP tentang perampasan, hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tutup Hari.