Rizal Syarifudin, tersangka pencurian ketika dimintai keterangan di Polsek Bululawang, Minggu (9/9/2018) (foto : Ashaq Lupito/MalangTIMES)
Rizal Syarifudin, tersangka pencurian ketika dimintai keterangan di Polsek Bululawang, Minggu (9/9/2018) (foto : Ashaq Lupito/MalangTIMES)

Sudah jatuh tertimpa tangga. Pribahasa ini sepertinya cocok untuk menggambarkan sosok Rizal Syarifuddin. 

Bagaimana tidak, sepeda motor milik orang tua yang dia kendarai ditilang polisi. Alih-alih mencari uang untuk ikut sidang, malah berujung dikurung dalam bui Polsek Bululawang, Minggu (9/9/2018).

Kepada Malang TIMES, remaja 21 tahun ini mengaku takut lantaran sepeda motor milik ayahnya ditilang polisi.

Karena tidak punya uang untuk ikut sidang, membuatnya gelap mata dan nekat mencuri. “Mau cari uang dari mana lagi, orang saya pengangguran,” terang Rizal.

Seolah sudah sumbu pendek, rumah para tetangga dijadikan sasaran oleh remaja asli Kecamatan Bululawang ini.

Layaknya pencuri kelas kakap, anak pertama dari dua bersodara ini melakukan pengintaian sebelum melancarkan aksinya.

Mulai dari sasaran mana saja yang memiliki barang berharga, hingga kapan waktu dan kondisi yang aman untuk melancarkan aksi, sudah dia pelajari.

“Biasanya saya masuk ke dalam rumah melalui jendela,” kata Rizal kepada Malang TIMES (9/9/2018).

Rizal mengaku, sedikitnya ada lima rumah yang sudah dia satroni. Barang elektronik seperti laptop, telephone genggam, dan kamera dan beberapa barang berharga lainnya, jadi sasaran tersangka pencurian.

Barang tersebut dijual untuk menjalani sidang. Namun, karena jadwal sidang yang sudah melewati tanggal yang sudah ditentukan, membuat Rizal tidak bisa mengambil sepeda motor milik ayahnya tersebut.

Beberapa prosedur harus ditempuh, tapi remaja yang pernah mendekam di balik jeruji besi ini merasa ogah-ogahan untuk mengurus sidang tilang.

“Karena ribet, ya sudah uang hasil curian saya gunakan untuk senang-senang, dan membeli kebutuhan pribadi,” imbuhnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Bululawang Iptu Roni Margas menjelaskan, kasus ini terungkap setelah tersangka menjual barang curiannya di media sosial (medsos).

Postingan tersebut akhirnya diketahui oleh korban, dan melaporkan ke Polsek Bululawang.

Benar saja saat dilakukan penangkapan, polisi menemukan beberapa barang curian yang belum laku terjual di rumah pelaku.

“Tersangka dijerat pasal 363 KUHP, ancaman maksimal lima tahun penjara,” pungkasnya.