Dua tersangka beserta barang bukti saat diamankan ke Polsek Singosari (foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Dua tersangka beserta barang bukti saat diamankan ke Polsek Singosari (foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Seolah mirip alur cerita pada film Preman Pensiun, yang tayang di salah satu televisi swasta. Dua preman yakni Budi Wahyu Prasetya, warga Surabaya dan Agus Witanto warga Desa Purwosari Kecamatan Singosari ini, mengamuk setelah merasa tidak dihargai karena tidak menerima uang keamanan dari salah satu pedagang Abdul Rohman, warga Desa Sidoluhur Kecamatan Lawang, sabtu (8/9/2018).

Kepada Malang TIMES Humas Polres Malang Ipda Eka Yuliandri Aska menjelaskan, kronologi bermula ketika korban hendak berjualan di lapak miliknya, yang berada di Jalan Tumapel Barat Kecamatan Singosari. Saat itu lapak dengan ukuran sekitar 2x3 meter sudah porak poranda.

Mengetahui hal ini, pedagang buah tersebut menanyakan kepada beberapa pedagang yang juga berjualan di sekitar lokasi kejadian. Dari Penuturan saksi, Abdul mendapat informasi jika bedak miliknya dibongkar oleh dua preman.

“Tersangka yang kebetulan masih ada di sekitar lokasi ditemui oleh korban, saat itu tersangka mengaku kepada Abdul jika sengaja dirusak karena tidak membayar uang keamanan,” kata Aska kepada Malang TIMES.

Aska menambahkan, atas insiden ini pria 40 tahun tersebut melaporkan ke Polsek Singosari. Tanpa menunggu lama, kedua perman dan barang bukti berupa linggis, parang, dan martil diamankan polisi. “Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 serta pasal 170 KUHP, ancaman maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya.