Pertemuan antara Komisi A dan Forum Komunikasi Wartawan Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Pertemuan antara Komisi A dan Forum Komunikasi Wartawan Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Sejumlah anggota Komisi A DPRD Lumajang, pada hari ini,Selasa (4/9) melakukan kunjungan ke Kantor Forum Komunikasi Wartawan Lumajang (FKWL) untuk mendapatkan sejumlah penjelasan terkait kerjasama dengan sejumlah media  di Lumajang.

Dipimpin oleh Ketua Komisi A DPRD Lumajang Hj. Nur Hidayati pertemua dibuka dengan ucapan terima kasih dari Ketua FKWL Arif SCTV karena DPRD sudah bersedia datang ke Kantor FKWL sekaligus melakukan diskusi dengan sejumlah awak media yang tergabung dalam FKWL.

"FKWL ini adalah organisasi kewartawanan yang ada di Lumajang dan anggota kami seluruhnya dari media yang bekerja secara harian. Mereka ini terdiri dari wartawan media online, radio swasta, wartawan TV dan media cetak," kata Airf mengawali sambutannya.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Lumajang dalam kesempatan ini menggali sejumlah informasi terkait kerjasama antara Pemkab, khususnya Dinas Kominfo dengan sejumlah media. Termasuk didalamnya apakah dalam hubungan dengan sejumlah media ada kebuntuan atau kurang harmonis.

"Kita menyetujui anggaran untuk kerjasama dengan media lebih dari Rp 1 Milyar untuk tahun 2018, yang ditujukan sebagai dana publikasi disejumlah media," kata Dra. Nur Hidayati.

Sementara itu perwakilan dari Dinas Kominfo menjelaskan bahwa anggaran untuk tahun 2018, dalam rangka kerjasama dengan media dianggarkan Rp 1,1 milyar lebih. Namun tidak dijelaskan dengan media mana saja kerjasama itu sudah dilakukan selama ini.

Cak Fatah dari Jatimtimes dalam kesempatan ini mengatakan, selama ini Lumajang terbilang gagal dalam melakukan branding daerahnya. Jika dibandingkan dengan Banyuwangi, city branding berbasis pariwisata berhasil memberikan masukan PAD dari sektor pariwisata dalam jumlah yang cukup besar.

"Selama ini yang ada hanya publikasi kegiatan Pemkab, bukan branding daerah yang secara khusus ditujukan untuk memberikan kesan positiv untuk Lumajang kepada masyarakat luas. Karenanya kedepan harus dibuat pola branding daerah agar mendatangkan citra yang baik bagi Lumajang," kata Cak Fatah dalam kesempatan ini.

Diskusipun berlanjut, dan sejumlah media menyampaikan aspirasinya yang arahnya untuk kemajuan Kabupaten Lumajang, dan tidak berbasis anggaran semata, namun lebih kepada usaha branding yang cerdas tentang kabupaten Lumajang.