Mobil Katana dan Motor Satria ringsek setelah kecelakaan di Jalan Raya Talangagung, Kepanjen, Minggu (2/9/2018) (foto : Pos Lantas Polsek Kepanjen for Malang TIMES)

Mobil Katana dan Motor Satria ringsek setelah kecelakaan di Jalan Raya Talangagung, Kepanjen, Minggu (2/9/2018) (foto : Pos Lantas Polsek Kepanjen for Malang TIMES)



Keganasan jalan di daerah Kecamatan Kepanjen kembali makan korban.

Sebelumnya telah terjadi tragedi rem blong di siang bolong yang menggasak 10 sepeda motor, di Jalan Panglima Sudirman Kecamatan Kepanjen sabtu (1/9/2018) lalu.

Kejadian serupa terulang di Jalan Raya Talangagung Kecamatan Kepanjen. Mobil Katana yang hilang kendali, menghantam sepeda motor hingga ringsek, Minggu (2/9/2018). Akibatnya dua korban luka parah terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Kanit Pos Lantas Polsek Kepanjen Iptu Yoyok Supandi menuturkan, kendaraan Katana nopol N 372 DF yang dikendarai Haryangga Panji Arfiansyah, warga Kelurahan Ardirejo Kecamatan Kepanjen, melintas dengan kecepatan sedang dari arah barat.

Setibanya di lokasi, pengendara berniat mendahului truk yang ada di depannya. Karena stan jalan yang tidak memadai, pengendara mobil Katana yang tidak memiliki SIM A tersebut menyeruduk sepeda motor satria nopol L 5572 HL, yang dikendarai Hariono warga Desa Genengan Kecamatan Pakisaji.

“Jarak yang terlalu dekat membuat pengendara Katana tidak bisa menguasai stir, tabrakan pun tak bisa dihindari,” terang Yoyok saat ditemui Malang TIMES.

Yoyok menambahkan, adu banteng ini mengakibatkan pengendara satria yang tidak memiliki SIM C ini, mengalami luka parah di bagian kaki sebelah kanan dan bahu kanan mengalami patah tulang.

Tidak berbeda jauh, Safreni Ramadani warga Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji ini, juga menderita patah kaki sebelah kanan.

“Kejadian ini masih kami dalami, sedangkan kedua Korban dilarikan ke rumah sakit Wava Husada untuk mendapatkan perawatan,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load