Jambu biji tanpa biji yang disebut jambu kristal memiliki prospek cerah dalam dunia perkebunan dewasa ini (Ist)
Jambu biji tanpa biji yang disebut jambu kristal memiliki prospek cerah dalam dunia perkebunan dewasa ini (Ist)

Jambu biji tapi tidak memiliki biji, benar- benar jambu biji atau bukan? Begitulah orang-orang yang merasa penasaran dengan salah satu buah yang terus merangkak menjadi primadona dewasa ini. Bertanya-tanya saat mendengar adanya buah jambu biji tanpa biji tersebut. 

Jambu biji tanpa biji yang berasal dari family psidium guajava lebih dikenal dengan nama jambu kristal. Varietas jambu yang sekarang banyak digemari masyarakat Indonesia. Pasalnya,  jambu kristal secara rasa lebih manis dibandingkan jenis jambu lainnya. Menyegarkan tentunya dan juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan dikarenakan kandungan vitamin C nya yang tinggi. 

Kandunganyang dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh, antitumor, antioksidan, dan antiperadangan, serta mampu mencegah penuaan dini.

Dengan berbagai kelebihannya tersebut, jambu kristal mulai banyak dilirik oleh para petani. Misalnya, petani buah dari Dusun Paras, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, bernama Syaiful Asyari. 

Syaiful terbilang lama berkiprah menjadi petani buah-buahan. Tak terkecuali buah jambu kristal yang mulai ditanamnya sejak dua tahun lalu. Kini di areal seluas 2 ribu meter miliknya, pohon jambu kristal telah memberikannya income yang terbilang besar. Dibanding saat dia bercocok tanam buah lainnya. 

"Ada sekitar 150 tanaman jambu di pekarangan rumah saya. Jambu kristal terbilang potensial secara pendapatan dengan harganya yang lumayan tinggi," kata Syaiful yang melanjutkan, harga jambu kristal bisa mencapai Rp 10 ribu per kilogram di tangan petani. 

Bila dibandingkan dengan jambu Getas Merah yang juga ditanam Syaiful jelas beda jauh, dimana harga per-1 kilo nya hanya mencapai Rp 3 ribu. Walau pun secara produktivitasnya lebih banyak, secara harga tiga kali lipatnya jambu kristal. 

Syaiful menyampaikan, satu pohon jambu kristal setiap kali panen hanya menghasilkan 25 kilogram saja. Sedangkan untuk jambu getas merah bisa mencapai 1 kuintal per pohonnya. 

"Tapi jambu kristal memang sedang naik daun saat ini. Apabila dimasifkan saya yakin sangat menguntungkan. Selain juga bisa dijadikan wisata petik jambu, seperti yang ada di Kota Batu," ujar Ketua Kelompok Tani Kecamatan Poncokusumo ini.

Selain prospek dalam pendapatan bagi petani, perawatan jambu kristal lebih mudah dan sederhana. Sama dengan buah jambu lainnya. Proses perawatan jambu biji, hanya menyediakan pupuk kandang dengan volume 10 kilo per pohon selama satu tahun. Sementara pupuk kimia seperti NPK per pohon, cukup satu kilo. 

"Empat hari sekali kami panen. Dan pohon jambu biji ini, bisa bertahan sampai 25 tahun. Tinggal proses perawatannya saja," ujar Syaiful yang juga mengatakan sampai saat ini di Desa Karangnongko, sudah terdapat sekitar 10 hektar lahan jambu biji. Serta dirinya mampu menjual 5 ton jambu biji selama satu tahun.  

Jambu kristal mempunyai bentuk bulat atau agak lonjong dengan dasar bergelombang. Walau pun ada juga yang rata tergantung varietasnya. Warna kulitnya hijau muda terang berlapiskan lilin di kulitnya. Daging buahnya berwarna putih bersih dan jernih, tebal, renyah dan menjadi sedikit lunaksejalan dengan kematangan buah. Sedangkan bobot buahnya rata-rata 300 gram sampai 800 gram setiap biji.

Jambu kristal memiliki harga berlipat-lipat dari jenis lainnya dikarenakan rasanya yang enak saat di makan secara langsung. Berbeda dengan jambu getas merah yang lebih cocok untuk dibuat bahan minuman, seperti jus maupun sari buah. 

Dengan berbagai keunggulan tersebut, jambu kristal lebih memiliki prospek yang menarik,  dibandingkan menanam sayur. "Lebih prospek jambu sebenarnya. Karena kalau tanam sayuran biaya produksi terbilang banyak," pungkas Syaiful.