Kapolresta saat memberikan tali asih ke korban Anom. (Agus Salam/JatimTIMES)

Kapolresta saat memberikan tali asih ke korban Anom. (Agus Salam/JatimTIMES)



Anom (70), korban aksi pencurian sapi, mendapat tali asih dari Polres Probolinggo Kota. Kamis (30/8) siang hadiah tersebut diserahkan langsung kepada Anom oleh Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal. Bapak yang tinggal di Gunung Kelud RT 1 RW 2 Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan mendapat tali asih berupa uang, karena telah berani melaporkan aksi pencurian sapinya ke kepolisian.

Sapi milik Anom seharga Rp 16 juta hilang pada Kamis (29/8) sekitar pukul 01.00. Anehnya, dari dua ekor sapi yang ada di kandang, hanya dicuri satu ekor. Sedangkan sapi yang berbulu hitam ditinggal di kandangnya. Anom sendiri tidak tahu mengapa dua ekor sapinya tidak diambil seluruhnya. Sapi yang hilang dan yang tidak dicuri tersebut milik Ahmad. Anom hanya sebagai pemelihara.

Ternyata aksi pencurian tersenit terekam CCTV atau kamera pengintai. Hanya, kamera tersembunyi itu tidak terpasang di kandang sapi, tetapi ditempel di teras depan rumah ketua RT setempat, Muhammad Haufi. Tiga pelaku terekam CCTV saat hendak ke kandang sapi dan membawa sapi hasil curian. “Lewat di depan rumah saya. Berangkat dan pulangnya terekam CCTV,” ujar ketua RT.

Haufi mengaku memasang CCTV di teras depannya setelah Anom kemalingan sapi yang pertama 3 tahun lalu. Sebagai RT, kemudian ia membeli kamera pengintai untuk mengetahui jika terjadi sesuatu di lingkungannya.

Kapolresta menyebt, komplotan pencuri itu, selain menenteng celurit, salah satu pelaku memegang sesuatu. “Yang satu memegang sesuatu. Sepertinya bondet. Biasa kan pencuri sapi bawa bondet. Mereka lempar setelah aksinya diketahui,” tandas AKBP Alfian.

Kapolresta datang ke lokasi kejadian, selain untuk oleh TKP juga akan memberi tali asih ke korban Anom. Hanya saja, ia tidak menyebut bentuk tali asihnya. Ia memberi tali asih itu untuk mengapresiasi warga yang berani melaporkan pencurian sapi ke kepolisian. “Siapa saja yang lapor sapinya dicuri, kami beri tali asih. Jangan takut laporan ya Pak. Laporan itu tidak ada biayanya. Kalau laporan, petugas kami akan mencari sapi Bapak,” kata kapolresta ke Anom.

Sementara itu, Anom mengatakan, dirinya tidak tahu kalau sapinya hilang. Mengingat setiap malam, ia tidak tidur di rumah karena menjaga atau jadi waker Perumahan Bromo Indah di kelurahan setempat. Ia tahu seekor sapinya hilang, setelah diberi tahu keluarganya. “Istri saya yang tahu. Kemudian warga ke tempat saya kerja memberitahukan kalau sapi saya ilang. Ini bukan sapi saya. Saya cuma memelihara," ujarnya.

Dijelaskan, istrinya bangun dari tidur dan keluar rumah setelah mendengar bunyi sesuatu. Istrinya mengira suara tersebut, suara gerobak ketua RT yang pulang jualan nasi goreng. Tidak yakin dengan suara itu, istrinya kemudian keluar rumah dan melihat pintu kandang terbuka. “Gembok pagar di rusak. Pelakunya dari timur dan lari ke timur lewat depan rumah pak RT. Katanya, di8i jalan ada mobil parkir. Mungkin diangkut sama mobil tersebut,” pungkas Anom.(*)


End of content

No more pages to load