Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi (foto via Instagram)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi (foto via Instagram)

Bukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi namanya bila tidak punya cara unik mempromosikan kekayaan laut nusantara. Wanita kelahiran 15 Januari 1965 itu mengunggah video singkat di akun sosial media Instagram. Video itu ia ambil di Laut Natuna.

Laut Natuna adalah perairan yang terbentang dari Kepulauan Natuna hingga Kepulauan Lingga di provinsi Kepulauan Riau. Laut ini berbatasan dengan Laut Natuna di utara, barat laut, dan timur. Laut Natuna juga berbatasan dengan Selatan Karimata di tenggara dan Selat Singapura di arah barat. 

Kepulauan Natuna merupakan penghasil lobster. Lobster juga biasa disebut udang karang atau udang barong. Lobster inilah yang membuat Susi sampai turun langsung nyemplung ke laut. Apa yang membuat Susi susah susah berenang?

"Waktu berkunjung ke Natuna, saya melepaskan lobster-lobster bertelur di Pulau Sahi supaya telurnya bisa tumbuh lebih besar. Saya ingin kembali mengimbau kepada para nelayan dan pengepul untuk tidak menangkap lobster yang bertelur. Nilai telur-telur ini bisa lebih tinggi jika kita membiarkan mereka tumbuh besar dulu sehingga akan lebih menguntungkan bagi para nelayan," tulis Susi.

Lobster punya tubuh yang beruas-ruas seperti udang pada umumnya. Tubuh lobster terdiri atas dua bagian utama yaitu bagian kepala yang disebut cephalotorax dan bagian badan yang disebut abdomen.

Pada bagian badan berbentuk ruas-ruas yang dilengkapi dengan lima pasang kaki renang dan sirip ekor yang berbentuk seperti kipas. Inilah yang membedakan lobster dengan udang pada umumnya.

Apa kata warganet melihat sang menteri memegang lobster-lobster di Laut Natuna? Ribuan komentar kagum dengan aksi Susi. 

"Dia doang ya menteri kelautan yang mau sering nyemplung ke laut? Apa ada sebelumnya?" komentar @arvinmath.

"Keren. Bu menteri turun tangan sendiri. Nyelem sendiri. Ibu hebat," komentar @areyndramikaheikkinen.

"Inilah sosok seorang ibu sebagai suri tauladan. Beliau seperti pohon padi, semakin berisi semakin menunduk (semakin tinggi ilmu dan derajatnya, tetap menoleh ke bawah). Sebaliknya pohon cemara (semakin tinggi semakin melambai, keterpa angin kencang nyungsep)," tulis @yusbobby79.

"Postingannya ngademin. Kerja...kerja...kerja. Kerja nyata untuk rakyat. Ada kinerja ada hasil bukan nyinyir," tulis @annderie.

"Ini baru menteri kelautan. Bisa nyelem. Enggak pakai dasi terus di Jakarta. Semoga bisa ditiru menteri-menteri lain," tulis @masdin_art. (*)