7,8 juta butir barang bukti pil koplo saat baru diturunkan dari truk (Foto : Istimewa)

7,8 juta butir barang bukti pil koplo saat baru diturunkan dari truk (Foto : Istimewa)



Satreskoba Polrestabes Surabaya mengungkap kasus peredaran obat-obatan terlarang dengan jumlah yang cukup besar. Yaitu, sampai 7 juta butir pil carnophen atau pil koplo yang berhasil disita.

Semua barang bukti itu disita dari sebuah kantor ekspedisi yang ada di Surabaya bagian utara.

Kantor ekspedisi yang diselidiki adalah CV Samudra Perkasa Trans, yang ada di Jalan Sidodadi, Kecamatan Semampir.

"Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang kemudian dilakukan penyelidikan," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan, Senin (27/8).

Awalnya pihak kepolisian mengamankan barang bukti sebanyak 150 ribu butir pil koplo yang disimpan dalam tiga kardus.

Saat itu kemudian dilakukan pengamanan terhadap tiga orang saksi. Yaitu, dengan inisial SA, DUL MR & FD selaku karyawan perusahaan ekspedisi.

Petugas kemudian mengulik keterangan dari ketiganya. Hingga didapatkan keterangan bahwa pemilik barang haram itu adalah Muhammad Noor alias Ahmad warga asal Banjarmasin. Barang baru saja tiba dari Jakarta dan hendak dikirim ke Banjarmasin melalui jalur laut.

Berdasar keterangan ini petugas berangkat ke Banjarmasin untuk melakukan penangkapan.

Noor berhasil ditangkap di sebuah area pergudangan Jalan Gubernuran Suparjo.

Dan saat diinterogasi Noor mengaku ratusan juta pil koplo tersebut bukan miliknya. Dia hanya pesuruh alias kurir saja. Pemilik sebenarnya adalah Abdul Aziz.

Dari sini petugas lanjut mencari keberadaan Abdul Aziz. Dia akhirnya berhasil diamankan ketika sembunyi dalam sebuah hotel yang ada di Banjarmasin.

Ketika diinterogasi Abdul Aziz mengaku masih banyak lagi barang kiriman dari Jakarta ke Surabaya. Dan saat diselidiki memang benar.

Petugas menemukan 7  juta butir lebih pil koplo dari pengiriman menggunakan jalur kereta api. "Pil carnophen hendak dikirim ke Sulawesi," terang Rudi kembali.

Sehingga total jumlah barang bukti yang diamankan polisi sebanyak 7,87 juta butir pil.

Semuanya ditaruh dalam kardus ukuran besar sebanyak 242 buah. Untuk mengangkut semua barang bukti ini dibutuhkan sebuah truk membawanya.

Kini M. Noor dan Abdul Aziz sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Dia dijerat dengan Pasal 114, Pasal 132, Pasal 112 Undang Undang RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dan termasuk juga Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Di mana ancaman terberatnya ialah sampai hukuman mati.


End of content

No more pages to load