Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priyambodo (Foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)

Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priyambodo (Foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)



Bayi Tewas Setelah Lahir Sehat - 7

Kasus kematian bayi di Rumah Sakit Trisna Medika Tulungagung menjadi perhatian pihak kepolisian. Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasat Reskrim AKP Mustijat Priyambodo mengatakan polisi akan melakukan penyelidikan padakasus yang menyebabkan kematian bayi Arza putra dari pasangan Nanang Prawito dan Triwahyuni ini.

"Kita akan lakukan penyelidikan terkait masalah tersebut," kata Mustijat. Lanjut Kasat Reskrim, penyelidikan dilakukan untuk mengungkap ada atau tidaknya kelalaian (malpraktik) yang dilakukan pihak rumah sakit sehingga setelah sekitar 12 jam lahir dalam keadaan sehat kemudian tewas saat dimandikan pagi hari. 
"Kan dalam masalah medis seperti itu ada dua hal yang bisa berjalan bersama, pertama masalah kode etik dan kedua masalah dugaan pidana," jelas Mustijat 

Polisi menghormati proses klarifikasi yang dilakukan tim telusur dari Dinas Kesehatan yang meminta penjelasan penyebab kematian bayi, sementara polisi menyelidiki dari aspek hukumnya. 
"Kita belum mendapatkan laporan dari keluarga, namun kita tetap bisa melakukan penyelidikan terkait masalah ini," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Trisna Medika Amor S Wibisana membenarkan jika pasien atas nama Triwahyuni asal RT 5 RW 2 Desa Sepatan Kecamatan Gondang Tulungagung merupakan pasien bersalin di tempatnya. Namun, pihak manajemen enggan untuk mengungkap kematian bayi Arza setelah lebih dari 12 jam lahir dengan keadaan sehat. 
"Kami tidak akan masuk pada materi, namun kami membenarkan jika pasien tersebut bersalin di rumah sakit ini," kata Amor. 

Jika akhirnya keluarga pasien memberikan keterangan tentang penyebab kematian bayi, maka pihaknya tidak bisa menyalahkan karena Nanang Prawito menurut Amor pada hari Kamis (2/08) lalu telah menemui pihaknya dan telah mendapatkan keterangan secara lengkap dari rumah sakit. 
"Jika materi itu disampaikan keluarga itu haknya, tapi kita tidak akan masuk ke materi rekam medis yang menjadi rahasia," jelasnya. 

Karena menjadi resiko pekerjaan, rumah sakit telah melakukan tindakan pada tiga karyawan yang terdiri dari satu tim pada saat kejadian adanya bayi meninggal di tempatnya. 
"Kita telah men-skors tiga karyawan kami dalam waktu beberapa bulan kedepan, kita tidak mengatakan mereka bersalah tapi itu bentuk tanggung jawab dari pekerjaannya," tandas Amor 

Dinas Kesehatan mengaku sudah mendapatkan kronologi dan data-data kejadian itu. Sayang dari pihak RS Trisna Medika enggan memberikan keterangan pada dinas kesehatan terkait kematian anak pasangan NN dan TW itu.

“Belum diberikan, alasanya masih menunggu laporan resmi dari RS Trisna Medika dan kita beri tenggat waktu 1 minggu,” imbuh Bambang.

Jika dalam waktu satu minggu pihak RS Trisna Medika belum memberikan laporan kepada dinas kesehatan, maka pihak dinas kesehatan akan mendatangi RS Trisna Medika lagi untuk meminta laporanya.


End of content

No more pages to load