RS Trisna Medika tempat kelahiran bayi Arza (Foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)

RS Trisna Medika tempat kelahiran bayi Arza (Foto : Anang Basso / TulungagungTIMES)



Bayi Tewas Setelah Lahir Sehat - 5

Selain memberikan sanksi berupa skors terhadap tiga karyawan yang menangani bayi Arza, Rumah Sakit Trisna Medika juga mengupayakan jalur mediasi. Ancaman untuk melaporkan pemosting yang membuat kasus ini menjadi viral juga tidak akan dilakukan. 
"Kita sudah jelaskan pada suami pasien, kita akan lakukan mediasi terkait penyelesaian masalah ini," kata Amor S Wibisana.

Pada klarifikasi yang dilakukan akun yang mengaku pihak rumah sakit yang berbunyi "Admin. Sy tim dokter RS Trisna Medika. Mohon untuk tidak memposting dahulu berita hoax tak tsb karena kami dari tim intern sdg melakukan audit intern untuk mencari penyebab sebenarnya. Tidak seperti yang diposting tersebut. Bila terbukti

karyawan kami tdk bersalah. Kami akan tuntut ibu yang posting status tsb. Atas pencemaran nama baik. Terimakasih. Dimohon kerjasamanya," Amor mengatakan jika itu merupakan bentuk luapan personal sesaat yang dilakukan pemilik akun setelah menerima postingan di media sosial 
"Itu luapan reaksi sesaat setelah membaca postingan tentang pelayanan di sini, kita akan upayakan mediasi. Orang tua bayi juga sudah menemui dan sudah dijelaskan," papar Amor. 

Rumah Sakit membantah jika ada kelalaian yang dilakukan tim yang menangani persalinan pada bayi Arza, namun Amor mengatakan bahwa itu merupakan kecelakaan kerja atau resiko pekerjaan. Karena menjadi resiko pekerjaan, rumah sakit telah melakukan tindakan pada tiga karyawan yang terdiri dari satu tim pada saat kejadian adanya bayi meninggal di tempatnya. 
"Kita telah men-skors tiga karyawan kami dalam waktu beberapa bulan kedepan, kita tidak mengatakan mereka bersalah tapi itu bentuk tanggung jawab dari pekerjaannya," tandas Amor. 

Pihak RS Trisna Medika juga tidak memberikan klarifikasi terkait adanya informasi jika penyebab kematian bayi menurut keluarga adalah tersedak dengan alasan itu juga masuk sebagai materi. 
"Silakan nanti keluarga atau dinas kesehatan selaku pembina kami yang berhak menyampaikan, pada intinya kita telah melakukan rapat selama empat jam dan hasilnya ini merupakan resiko dari pekerjaan," tambah Amor. 

Kasus kematian bayi ini masih menyisakan misteri, menurut data yang dikumpulkan, sebelum melahirkan Triwahyuni sudah merencanakan untuk bersalin ke Rumah Sakit Trisna Medika. Sekitar tanggal 31 Juli Triwahyuni masuk dan menginap di rumah sakit itu dan rencana operasi. 

Kemudian sekitar jam 11.30 wib operasi bayi dilakukan tim medis dan bayi lahir 11.40 wib dengan berat 3,49 kg dengan panjang 48 cm. Bayi dalam keadaan sehat dan langsung dimasukkan inkubator. 

Pada Selasa tanggal 1 Agustus sekitar jam 5.30 wib saat dimandikan kondisi bayi lemas dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. 

Alasan masih berduka, pihak keluarga masih belum memberikan keterangan dan penjelasan terkait hal ini. 

Sementara, pihak dinas kesehatan masih menurunkan tim telusur untuk mengungkap penyebab kematian bayi yang diketahui bernama Arza tersebut.


End of content

No more pages to load