Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan saat menginterogasi salah seorang tersangka.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan saat menginterogasi salah seorang tersangka.



Kejahatan jalanan di Surabaya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini menunjukkan angka yang meningkat. Itu berdasarkan ungkap yang dilakukan pihak Polrestabes Surabaya dan polsek jajaran. Banyaknya ungkap ini linier dengan banyaknya kejadian.

Kejahatan yang marak terjadi di Surabaya adalah tiga cepu (curanmor, pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan).  Pada Mei lalu polisi mengamankan 31 tersangka, kemudian Juni 33 tersangka dan Juli 38 tersangka.

Sehingga jika ditotal ada 102 tersangka. Pelaku pencurian dengan pemberatan 40 orang tersangka, pencurian dengan kekerasan 31 tersangka dan curanmor sebanyak 11 tersangka.

Hasil ungkap ini kemudian dipamerkan di Markas Polrestabes Surabaya, Rabu (1/8) siang. Jumlah penjahat sebanyak itu merupakan hasil ungkap dari 80 kasus selama tiga bulan.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan menjelakan, petugas senantiasa melakukan penindakan terhadap kejahatan jalanan. Mulai pagi, siang dan malam. "Alhamdulillah kami bisa mengamanakan banyak tersangka selama tiga bulan ini," ujarnya.

Rudi menjelaskan pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kejahatan tiga cepu ini. Petugas diminta bekerja keras untuk mengungkap dan melakukan tindakan terhadap semua kejahatan jalanan. "Petugas bekerja keras selama 24 jam untuk melakukan tindakan," tegasnya.

Dia melanjutkan setiap tindak pidana di Surabaya menjadi utang ungkap bagi pihaknya. "Kami senantiasa mengungkap. Jenis kejahatan ini yang sering terjadi, terutama terakhir yang korbannya seorang mahasiswi yang luka akibat dijambret. Sekarang sudah terungkap," ungkapnya.

Modus tersangka adalah menyisir Kota Surabaya dan mencari sasaran lalu mengintai korban. Saat korban lengah, pelaku memepet motor korban dan menarik tas korban. Selain itu, pelaku juga menyasar korban yang sedang bermain handphone saat mengendarai motor.

Rudi menambahkan, menindaklanjuti kasus tersebut, anggotanya terus berupaya mengendalikan keamanan Kota Surabaya. Sejumlah personel polisi patroli rutin di berbagai wilayah.

Selain itu, polisi meminta masyarakat agar tetap waspada pada kejahatan jalanan. "Kami minta semuanya, warga Surabaya, menjadi polisi bagi diri mereka. Kami memfokuskan Surabaya aman sehingga bisa meningkatkan kedatangan wisatawan, mengembangkan investasi dan pada akhirnya menjadi Surabaya yang sejahtera," imbuh Rudi. (*)
 

 


End of content

No more pages to load