Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memetik jeruk di Kebun Percobaan (KP) Kliran, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Selasa (17/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memetik jeruk di Kebun Percobaan (KP) Kliran, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Selasa (17/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Tiga varietas unggulan baru (VUB) Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) dilaunching Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kebun Percobaan (KP) Kliran, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Selasa (17/7/2018). 

Ke tiga varietas jeruk keprok itu yakni keprok ortaji, keprok kertaji, dan keprok sitasoe. Setelah dilaunching, jeruk keprok ini akan diusulkan kepada Kementrian Pertanian untuk didaftarkan. 

Untuk varietas ortaji dan kertaji ini memiliki keunggulan jeruk keprok tanpa memiliki biji. Sedangkan varietas sitasoe, merupakan hasil silangan yang memiliki cita rasa lebih manis. 

“Balitjestro terus mengembangkan dan memunculkan jeruk-jeruk yang  diinginkan masyarakat dengan kualitas unggulan,” kata Andi Amran. 

Usai melaunching tiga varietas tersebut, Amran menikmati wisata petik jeruk. Jeruk yang dipetik itu varietasnya keprok batu 55, keprok madura,  keprok terigas,  keprok RGL,  Keprok Garut, dan Siam Pontianak.

Seperti salah satu keprok madura yang dipetik, menurutnya buah jeruk varites keprok madura ini tanpa pengawet. “Ini segar, tanpa pengawet, tidak ada pengawet,” ujarnya sambil menikmati jeruk. 

Karena itu jeruk-jeruk bantuan gratis dari Kementrian Pertanian ini tidak asal. Tetapi merupakan jeruk unggulan, sama halnya dengan satu juta bibit jeruk yang dibagikan gratis kepada masyarakat Indonesia. 

“Kami memberikan bibit jeruk dengan kualitas unggulan. Bibit unggulan ini akan membenahi kualitas dari jeruk,” jelas pria 50 tahun ini.

Ia menambahkan pada tahun 2019 nanti, masyarakat bakal digelontor dua juta bibit jeruk. Selain itu juga ada tambahan bantuan pupuk.