Mbah Parti harus dibopong relawan karena kesulitan berjalan / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Mbah Parti harus dibopong relawan karena kesulitan berjalan / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES


Editor

A Yahya


Bakti sosial (Baksos) Komunitas group Facebook Info Cah Tulungagung (Icethe) kembali digelar pasca lebaran. Puluhan relawan hadir di rumah korwil Taiwan Memes Cantika (35) di Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. 
"Kita kopi darat dulu, korwil kita di Taiwan sedang pulang kampung. Kita bisa halal bihalal sekaligus perkenalan antar korwil dan member lain," kata Anang Basori yang merupakan admin group dengan member lebih dari 450 ribu akun itu. 

Info Cah Tulungagung (Icethe) sendiri telah berdiri sekitar 2 tahun dan telah menjadi group terbesar yang sering menginformasikan berita dan kejadian seputar Tulungagung. 
"Selain saling memberi informasi antar member, kita juga secara rutin melakukan bakti sosial ke warga miskin yang membutuhkan," tambahnya 

Selain itu, Korwil Taiwan Memes Cantika yang sengaja mengundang seluruh admin, moderator dan seluruh tamu dari Icethe juga ingin memperkenalkan diri karena selama ini hanya kenal dan saling sapa di dunia maya. 

Setelah terkumpul, seratus lebih member yang datang langsung melakukan baksos dengan mengumpulkan uang iuran dan dibelikan sembako. "Selain sembako, beberapa keperluan lain mulai dari sabun, keperluan mandi, kasur, bantal dan lainnya kita belikan untuk yang akan di bantu yaitu Mbah Watini," kata Nur Hanifah (30) yang aktif menghitung keperluan untuk disalurkan 

Dalam waktu sekejap, dana yang terkumpul lebih dari dua juta juga disalurkan pada dua sasaran yaitu Keluarga Mbah Watini warga Sambirobyong dan Mbah Parti warga Jabalsari 

Bantuan Sembako di berikan pada Mbah Parti, nenek yang tinggal sendirian di Jabalsari / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

"Sembako dan uangnya kita bagi dua, mbah Watini ini kondisinya memprihatinkan dan mbah Parti pernah kita baksos setahun lalu, mumpung tidak jauh kita jenguk sekalian," tambahnya 

Akhirnya Baksos dilakukan dengan mendatangi rumah Mbah Watini yang tinggal dengan dua anaknya Jadi (57) dan Wiji (45). Sementara saat relawan datang, Watini yang sudah beberapa tahun terkulai di tempat tidur gelap hanya terkulai di kamar tengah rumahnya yang gelap gulita tanpa cahaya. 
"Sudah tidak keluar rumah karena tidak bisa berjalan dan tidak tampak dimandikan beberapa tahun ini," kata Martin, tetangga keluarga Watini 

Martin mengungkapkan, saat dimandikan beberapa tahun lalu, tetangga yang juga turut bahu membahu membantu. "Beberapa tahun ini tidak terlihat mandi, biasanya pas puasa mau lebaran itu dimandikan. Dibantu tetangga, soalnya hanya ada anaknya perempuan yang ada disitu, satu anak lain sibuk cari rongsokan dan ada satunya di Pulotondo (desa sebelah) tidak pernah tampak datang," jelasnya.

Sementara saat di rumah Mbah Parti, relawan harus menggendong mbah Parti yang rumahnya sudah dibangun permanen oleh pemerintah desa dan Kecamatan Sumbergempol. 

Mbah Parti diam seorang diri dan karena usianya yang lanjut, dirinya tidak bisa berjalan dengan leluasa meski sebelumnya relawan sudah memberikan alat bantu. 

Setelah memberikan bantuan sembako, para relawan kembali ke Posko dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan serta membahas agenda kegiatan yang akan datang. 


End of content

No more pages to load