Jalan tembus berukuran lebar 4 meter dengan panjang 500 meter bakal selesai akhir bulan Juli. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Jalan tembus berukuran lebar 4 meter dengan panjang 500 meter bakal selesai akhir bulan Juli. (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

Akhirnya akses ruas menuju wisata Paralayang, Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu terealisasi sudah. Saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemkot Batu masih dalam tahap penataan lahan.

Terlihat penataan lahan jalan tembus itu sudah pada titik area pos wisata Paralayang, Gunung Banyak. Alat ekskavator yang digunakan pun sudah berada di lokasi penataan lahan.

Akses baru itu tentunya akan mempermudah dan mempercepat bagi wisatawan yang akan menuju wisata paralayang dari Kota Batu. Akses baru ini kurang lebih untuk jaraknya 500 meter, dan  lebarnya tujuh meter.

Jalan tersebut melewati Dusun Songgoriti-Klemuk-Grand Pujon View-akses baru (wilayah Perhutani)-loket Paralayang.

Kepala Bidang Bina Marga (DPUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan rencananya penataan lahan ini akan selesai pada akhir bulan Juli ini. Namun prosesnya masih dalam penataan lahan.

 

“Tahun ini masih sampai tahap penataan lahan saja. Tetapi nanti kita buka khusus digunakan roda dua saja,” ungkap Alfi, Sabtu (14/7/2018).

Nantinya jika penataan lahan usai, akan diberikan papan penunjuk jalan menuju akses wisata ini. Tetapi baru sepeda motor saja yang dapat melintasi jalan tersebut.

Anggaran yang dikerahkan untuk penataan lahan ini mencapai Rp 200 juta. “Tahapan selanjutnya pengerasan dan sebagainya bisa dilakukan tahun 2019 mendatang,” imbuhnya saat dihubungi BatuTIMES.

Hingga saat ini, jalan menuju wisata paralayang harus memutar terlebih dahulu melewati Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Padahal, wana wisata Gunung Banyak masuk wilayah Kota Batu.

Dengan demikian, adanya akses ruas jalan baru ini untuk mendukung peningkatan kunjungan wisata paralayang dan tempat wisata lain di area Gunung Banyak. Sekaligus menyejahterakan masyarakat sekitar.