Kepala Desa Oro-Oro Ombo saat mengecek berkas pemohon di kantor Desa Oro-Oro Ombo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Kepala Desa Oro-Oro Ombo saat mengecek berkas pemohon di kantor Desa Oro-Oro Ombo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)


Editor

A Yahya


Empat desa di Kota Batu mendapatkan sepuluh ribu bidang sertifikat. Hal tersebut diberikan melalui program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). 

Empat desa yang yang beruntung yakni Desa Torongrejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kelurahan Dadaprejo, dan Desa Gunungsari. Namun untuk masing-masing desa ini mendapatkan kuota yang berbeda-beda.

Kuotanya yakni Desa Torongrejo 4 ribu pemohon, Desa Oro-Oro Ombo 3 ribu pemohon, Kelurahan Dadaprejo 2 ribu pemohon, dan Desa Gunungsari seribu pemohon. 

"Tahun ini yang menerima PTSL hanya empat desa. Masing-masing mendapatkan kuota yang berbeda-beda," ujar Kaur Umum dan Kepegawaian, BPN Kota Batu, Wira Santiani.

Ia menjelaskan PTSL merupakan program pendaftaran tanah untuk pertama kali. Meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftar dalam satu wilayah.

Untuk mengikuti program ini harus melakukan beberapa prosedur.  Mulai masa persiapan, masa penyuluhan. Lalu pengumpulan, pengolahan, dam pembuktian hak data yuridis. Kemudian pemeriksaan, pengumuman hasil, pemeriksaan tanah. 

Lainnya dilakukan pengesahaan, penerbitan SK penetapan hak dan SK pengakuan hak. Dan pembukuan hak, penyerahan sertifikat, hingga dicatat dalam daftar isian penyerahan sertifikat.

Selain itu dalam program ini juga diberikan subsidi Rp 150 ribu, pemohon mendapatkan satu materai dan tiga patok.

Menurutnya dalam program ini memiliki banyak kelebihan dibanding dengan program lainnya. "Karena lebih cepat dan mudah, dan kepastian penyelesaian sertifikat tidak melebihi tahun 2018," tutupnya.


End of content

No more pages to load