Kegiatan Tim Satgas Pemkab dan Polres Kediri ketika melakukan Sidak Pasar. (Foto: B. Setioko/ JatimTIMES)

Kegiatan Tim Satgas Pemkab dan Polres Kediri ketika melakukan Sidak Pasar. (Foto: B. Setioko/ JatimTIMES)



Tim Satgas Pangan Polres Kediri dan Pemkab Kediri melakukan sidak ke beberapa pasar di Kabupaten Kediri Selasa (21/5). Sidak tersebut dilakukan untuk mengecek harga pasar dan kesediaan bahan baku selama bulan Ramadan. Dan dari hasil berbagai komoditas, harga telur ayam masih mengalami fluktuatif.

Sidak dilakukan di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare dan Pasar Induk Pare. Petugas melakukan pengecekan harga daging, harga ayam, beras, telur ayam dan harga bawang. Dalam satu minggu ini harga telur ayam masih mengalami naik turun mulai dari Rp 19.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

"Kesediaan stok masih aman sampai lebaran. Untuk harga kebutuhan sedikit mengalami penurunan seperti harga daging ayam dan bawang merah, sementara telur masih naik turun. Kemarin sempat turun namun tadi naik lagi," ungkap Tutik Purwaningsing, Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kediri.

Sementara harga telur ayam masih fluktuatif, harga komuditas lainnya mengalami penurunan. Seperti harga daging sapi yang sebelumnya Rp 110 ribu per kilogram turun menjadi Rp 100 ribu. Sedangkan daging ayam yang sebelumnya Rp 35.000 turun menjadi Rp 33.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai dari harga Rp 20.000turun menjadi Rp 18.000.

Apabilan sebelumnya tim Satgas Pangan menemukan bawang merah import dari India, kali ini petugas tidak menemukan. Para pedagang menjual bawang merah produksi petani lokal. Mereka mendatangani bawang merah dari Batu, Malang. Sedangkan untuk harga jual bawang merah lokal berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram.

"Tadi kita tidak menemukan adanya bawang import. Pedagang membeli dari petani lokal seperti dari Nganjuk dan Batu, Malang," terang Tutik.

Tutik menambahkan Tim Satgas Pangan akan terus melakukan pengecekan di pasar pasar tradisional mengenai pasokan bahan baku. Apabila ditemukan kurangnya pasokan maka pemerintah akan segera melakukan tindakan untuk mencukupi kebutuhan tersebut.


End of content

No more pages to load