Para duta pajak daerah menunjukkan aplikasi Sampade dari Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang dalam acara launching di Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para duta pajak daerah menunjukkan aplikasi Sampade dari Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang dalam acara launching di Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

   Berbagai asosiasi pengusaha turut hadir dalam kegiatan launching Sistem Informasi Aplikasi Mobile Pajak Daerah alias Sampade.

Aplikasi besutan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang itu mendapat apresiasi positif dari para penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Malang Dwi Cahyono menjadi salah satu dari yang pertama menjajal kemudahan aplikasi berbasis Android itu.

"Ini aplikasi baru dari BP2D Kota Malang, kami harapkan ini mempermudah bagi pengusaha. Wajib pajak ini kan ada beberapa kesulitan dalam hal akses informasi," ujarnya.

Kesulitan tersebut misalnya, wajib pajak (WP) selama ini mesti datang ke kantor BP2D di kompleks Perkatoran Terpadu (Blok Office) Kos Malang di Kedungkandang.

Jauhnya lokasi membuat para WP kadang tidak sempat datang. Dengan adanya jalur akses melalui gadget, WP cukup membuka aplikasi saja.

Terlebih, aplikasi yang tersedia di Play Store tersebut dapat diunduh secara gratis atau cuma-cuma.

"Semoga ini tidak hanya saat dilaunching, tapi nanti betul-betul akan diisi dengan data yang update yang ingin diketahui masyarakat," tegasnya.

Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Malang R Imam Rahmat mengungkapkan hal senada.

"Selain kemudahan, aplikasi ini bisa memberikan kepastian pembayaran. Khususnya bagi kami para PPAT, tinggal mengecek lalu langsung dikomunikasikan ke klien yang jadi wajib pajak," ujarnya.

Aplikasi tersebut juga dapat mempersingkat waktu layanan karena pihaknya tidak perlu bolak-balik datang ke kantor pajak dan mengantre untuk tahu besaran pajak.

Saat memasuki aplikasi Sampade, para WP langsung melihat desain yang simpel alias sederhana.

Ada beberapa menu pilihan, mulai dari informasi, beranda, serta jenis-jenis pajak daerah.

Di bagian beranda atau tampilan muka, masyarakat bisa mengakses berita-berita terbaru tetkait perpajakan daerah.

Untuk mengetahui soal perpajakan, misalnya aturan maupun besaran dasar pajak, WP bisa mengakses di panel informasi.

Secara spesifik, juga sudah dibagi berbagai elemen pajak daerah. Misalnya pajak bumi dan bangunan (PBB), pengajuan nomor pokok wajib pajak derah (NPWPD), pelaporan hingga pembayaran pajak.

"Kemudahannya antara lain, WP bisa melihat tagihan pajak dan nggak perlu menunggu surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT). Juga ada informasi terbaru terkait regulasi perpajakan daerah," ujar Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto saat ditemui usai launching. 

Menurut Ade, penggunaan aplikasi ini juga akan sangat memudahkan WP yang selama ini sudah menerapkan self assessment.

"WP yang self assessment bisa dimudahkan dengan aplikasi ini. Misalnya daru pajak hotel, hiburan, parkir, restoran, kalau ingin lihat tagihannya tinggal masukkan nomor objek pajak (NOP) atau NPWPD," paparnya. 

Bertepatan dengan momentum upacara Hari Kebangkitan Nasional, hari ini (21/5/2018) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang resmi meluncurkan aplikasi Sampade.

Sebagai bagian menuju Kota Malang Smart City, aplikasi berbasis Android itu membuat layanan-layanan perpajakan bisa diakses dalam genggaman alias menggunakan gadget.