Kasat Lantas Polres Blitar, AKP M Amirul Hakim. (Foto: Mardiano Prayogo/ BlitarTIMES)

Kasat Lantas Polres Blitar, AKP M Amirul Hakim. (Foto: Mardiano Prayogo/ BlitarTIMES)



Pada Operasi Patuh 2018, Danang Hermawan (25) warga Desa Pangungsari, Kecamatan Pangungrejo, Kabupaten Blitar bukannya ketilang tapi malah terkena kasus kriminal.

Gara-gara pria ini membawa SIM palsu hingga dia terancam dikenai pasal pemalsuan dokumen.

Menanggapi hal tersebut Satlantas Polres Blitar, AKP M Amirul Hakim mengatakan kemungkinan tersangka mengalami kesulitan dalam membuat SIM B1.

Lantaran pengurusan SIM ini perlu mengikuti prosedur yang panjang hingga tersangka memilih untuk mengambil jalan pintas.

“Ujian praktik cukup rumit. Bukan kita mempersulit namun demi keamanan pemohon sendiri. Sebab di sana ada namanya SK UKP ada ujian tertentu untuk mengetes keahlian pengemudi mengendarakan kendaraan besar,” ujarnya Jumat (11/5/2018).

Dia menjelaskan kalau persyaratan mempunyai sertifikat SK UKP ini, diterbitkan oleh Polda dari satpas yang mempunyai alat ujian praktik khusus untuk SIM B1 ini.

Sedang alat praktik khusus ini tak semuanya ada di setiap satpat di masing-masing polres. Yakni hanya terdapat di satu tempat dalam satu karesidenan. Semisal di Blitar yang masuk di Karesidenan Kediri untuk dapat sertifikat itu harus ikut ujian praktik di Satpas Polres Kediri.

“Kalau lolos ujian praktik khusus baru dapat sertifikat dan dapat SIM B1. Memang agak susah memang yang dibawa bukan kendaraan main-main tapi kendaraan besar,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Rifaldhy memaparkan dari keterangan tersangka memang tersangka kesulitan mendapat SIM B1 untuk mendukung pekerjaannya sebagai supir truk di daerah Kalimantan Tengah.

Hingga dia menerima tawaran temannya yang katanya bisa membuatkan SIM tanpa prosedur resmi pengujian dan tes.

“Jadi ditawari bisa dapat SIM tanpa tes hanya memberi sejumlah uang ke temannya lalu disalurkan kembali ke orang lain. Padahal SIM itu jelas terlihat palsu dilihat teksturnya lebih kasar tapi berhubung dia sudah keluar uang terpaksa memakai SIM itu,” terangnya Rifaldhy.

Diberitakan sebelumnya Danang Hermawan (25) pada Selasa (8/5/2018) terkena operasi patuh namun SIM B1 untuk mengendarai kendaraannya ternyata palsu.

SIM B1 ini digunakan untuk mengemudikan kendaraan besar seperti truk dan kendaraan lain dengan sumbu banyak dan roda lebih dari empat. (*)


End of content

No more pages to load