Aksi penanaman pohon di Pantai Tambakrejo yang digelar Lanal Malang
Aksi penanaman pohon di Pantai Tambakrejo yang digelar Lanal Malang

Giat karya bakti peduli lingkungan diwujudkan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang, Jawa Timur, dalam bentuk penanaman seribu pohon yang dipusatkan di sepanjang pesisir Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaen Blitar, Jumat (11/5/2018).

Hadir dalam acara penghijauan tersebut Kaurpamggal Kapten Laut (P) Roni Sumantri Pasops Lanal Malang Kapten Laut (P) Yuhanit, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar Krisna Triatmanto, Camat Wonotirto Sariyanto, Kades Tambakrejo Santoso, pelajar dan undangan lain dari instansi terkait dan Komunitas Jawa Dipa Nusantara.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Apel Kelengkapan Bhakti Sosial Penanaman Pohon yang dipimpin oleh Komandan Lanal Malang diwakili Palaksa Lanal Malang Letkol Laut (KH) Drs Muriyanto. Dalam pengarahannya, Muriyanto menegaskan bahwa giat karya bhakti penghijauan dilakukan personil TNI sebagai wujud kepeduliaan terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup dan kawasan pesisir pantai dalam rangka untuk menanggulangi dampak abrasi yang disebabkan oleh maraknya kegiatan penambangan pasir pantai secara tidak terkendali.

“TNI AL sangat konsen masalah lingkungan terutama daerah pesisir pantai dalam kegiatan penanaman pohon yang merupakan salah satu program kerja bidang potensi maritim. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya bina lestari lingkungan daerah pesisir  untuk menyelamatkan lingkungan dan lahan melalui konservasi tanah, air dan penghijauan,” kata Muriyanto.

Dijelaskan, aksi penanaman pohon secara serentak di wilayah kerja Lanal Malang dimulai dari pantai Sendang Biru, Tambakrejo, Popoh, Prigi, hingga pantai Tamperan Pacitan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan seluruh unsur komponen masyarakat. Sebagai wujud sinergitas antara TNI, Polri, dan rakyat dalam penyelamatan dan pelestarian lingkungan.

Dalam aksi hari ini ada 1000 pohon yang ditanam. Masing-masing 500  pohon cemara gunung , 500 pohon matoa, 200 pohon mangrove dan 200 pohon trambesi.

 “Upaya penyelamatan lingkungan tidak dapat ditunda lagi akibat ancaman global. Seperti banjir, abrasi, erosi tanah longsor, kekeringan, perubahan iklim,  dan pemanasan global yang disebabkan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu kita harus gencarkan rehabilitasi hutan dan lahan melalui konservasi tanah dan air serta reboisasi dan penghijauan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, penanaman pohon ini bertujuan untuk lebih membangkitkan semangat motivasi dan membudayakan seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Blitar dalam menanam dan memelihara pohon. Hal ini dimaksudkan dalam rangka membangun ekosistem hutan dan lahan di seluruh Indonesia.

“Kami  mengajak seluruh unsur masyarakat yang dapat sedikit mengurangi dampak dari kerusakan lingkungan yaitu dengan mengadakan penanaman pohon secara serentak. Sehingga  harapan dengan penanaman pohon ini lahan akan berfungsi dengan baik dalam menata ai, kemudian menyerap dan menyimpan air. Sehingga lahan menjadi subur dan kelembaban tanah udara dan iklim dapat terjaga,” tegasnya.(*)